Perbedaan Hati dan Pikiran??

Jujur gue jadi gak tau pengen nulis apa sekarang. Tadi gue pengen nulis tentang ulang tahun gue yang sebentar lagi akan terjadi, terus gue apus gitu aja. Selanjutnya gue pengen nulis tentang sahabat, terus gue apus lagi. Gue nulis apa donks ya??

Mungkin gue akan nulis tentang komunikasi kali yah. Karena hidup gue sekarang ini bergantung dengan komunikasi. Kalau tidak hidup gue akan gini-gini ajah. Gak bakal ada perubahan. Yang ada hanyalah terus mengalami kesedihan hati yang sudah ditimbuni banyak sampah ini.

Okeh, kita mulai saja. Komunikasi adalah rangkaian dari kata-kata yang keluar dari hati dan pikiran kita, melalui suara kita tentunya. Dan tau gak sih, kalau komunikasi yang keluar dari hati itu berbeda dengan yang di dalam pikiran kita?? Mungkin sudah tau kali yah kalian. Tapi kita coba selidiki lagi saja yah.

Hati kita itu adalah jujur. Tak ada yang bohong dari apa yang kita dengar melalui hati kita. Tapi, kadang untuk kita dapat membukanya adalah hal yang sangat sulit. Resikonya sangat besar bukan?? Apalagi jika kejujuran untuk menyelesaikan kesalahan-kesalahan yang sudah kita lakukan pada orang lain. Itu sesak sekali!!

Nah, saat itulah, otak kita ini akan bekerja. Otak kita ini bukannya bohong, tapi selalu mengikuti perintah kita. Ia sama sekali tak memiliki tanggung jawab dari apa yang sudah kita perintahkan. Contoh yang paling simple untuk anak-anak muda adalah : saat hati kita sedang menangis, tapi kita tak mau orang lain melihat kita lemah seperti itu, ya.... Otak kita akan bekerja. Ia akan meresponi kemauan kita. Seperti akan terus tersenyum, atau mungkin akan mengubah raut muka kita, untuk bisa diperhatikan orang lain. Betul atau tidak?? Jika salah comment ajah. Hehehe...

Jujur, aku sampai sekarang memiliki banyak kebohongan yang besar-besar. Dan itu akan sulit untukku dapat jujur. Tentu saja!! Belum waktunyalah menurutku sih. Tapi.... terpaksa hati ini harus sakit, sesakit-sakitnya. Sorry ya my heart.... I luv u... But kita tunggu waktu saja....

Yang perlu kita cari sekarang ini adalah sebuah wadah atau tong sampah untuk kita dapat membuang seluruh kesengsaraan ini. Bisa lewat manusia, atau yang mungkin sulit adalah cerita pada our GOD.... kan??

Hehehe... Itu saja deh..
Makasih
GBU

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath