Revolusi Komik Shinchan

Sinchan adalah suatu tokoh dalam komik terkenal yang sudah aku baca sejak kecil. Aku selalu merasakan kesegaran kembali setelah membaca komik ini yang sudah berseri hingga ke empat puluh sembilan(belum lagi edisi permainan dan spesialnya). Dan untuk seri yang baru saja aku beli kemarin ini, perasaanku bukannya segar lagi, tapi seperti tertekan karena harus beradaptasi dengan hal-hal baru yang telah diberikan oleh komik ini. 

Mengapa bisa begitu??

Untuk para pembaca setia komik Sinchan pasti mengetahui jawabannya. Sejak kemunculan komik ini, sebenarnya sudah terjadi banyak sekali kritikan-kritikan yang sampai ditayangkan di televisi. Aku juga pernah sampai mencorat-coret mukanya Sinchan di komiknya yang pertama karena terlihat begitu bandelnya dan tak lucu sama sekali. Alm. Yoshto Usui telah berhasil membuat komik yang paling kubenci sepanjang masa(waktu itu).

Waktu itu umurku kira-kira masih sepuluh tahun kalau tak salah(maaf, sering lupa hehe). Tiba-tiba aku menemukan sebuah buku bergambar yang sudah pastilah itu adalah komik. Walau sudah tertera sebuah tulisan,"Untuk 15 Tahun keatas", peduli amat deh, langsung kubaca. Aku tertawa terbahak-bahak waktu itu setelah membaca komik ini karena isinya sangat berbeda sekali dari yang lain alies unik. Masa ada anak kecil berumur lima tahun yang sampai bisa-bisanya merayu gadis muda, melawan orang tuanya dengan cara yang unik, dan suka menunjukkan "gajah?nya" Hahaha... lucu habis deh! 

Loh?? Bukannya tadi bilang tak suka??

Oh iya maaf, waktu pertama kali aku membaca komik Sinchan tuh waktu diedisi ke sembilan. Komik ini kan terbit di tahun ulang tahunku, yaitu 1992 dan pertama kali ditayangkan pada tanggal 13 April 1992 oleh TV Asahi(Jepang ya). Di Indonesia juga ditayangkan kok. Yaitu di RCTI setelah film Doraemon sampai sekarang(tau kan?? Hehe).

Nah, waktu baca diedisinya yang ke sembilan tuh aku tertawa terbahak-bahak. Tapi setelah beberapa lama, ternyata aku menemukan satu lagi komik Sinchan yang nyelip di laci. Aku pun membacanya dengan sangat antusias. Aku kira akan selucu yang ke sembilan, tapi ternyata SANGAT menjengkelkan!! Bandelnya sudah sangat keterlaluan!!  Sebelumnya memang pernah muncul di berita tentang kritikan-kritikan keras tentang komik ini, tapi aku mengabaikannya karena aku kira tak sampai segitulah.... Tapi waktu aku baca yang pertama, aku SANGAT SETUJU dengan kritikan-kritikan tersebut!!

Hahaha... jadi malah menunjukkan kekesalan.... Memang harus kok aku berikan kekesalan tersebut, agar kalian semua para pembaca dapat mengetahui satu hal penting dari komik ini. Yaitu telah terjadinya "perubahan","revolusi", dan yang lainnya deh....

Kalau kita semua pernah melewati masa puber, komik ini pun juga mengalaminya. Salah satu contohnya adalah perubahan bentuk mata Sinchan. Lihat saja di bawah ini... (nyusul)

Nah, selanjutnya adalah perubahan isinya. Yang dulu sangat bandel dan terlihat tak ada maknanya sama sekali(kurang tau ya... kata dari website lain sih, komik awalnya tuh digunakan untuk menyindir), sekarang malah sudah sangat bermakna SEKALI!! Banyak sekali unsur moral yang diberikan oleh komik ini. Kisah-kisah yang diberikan pun sering membuatku terharu-biru. Seperti saat meninggalnya kekasih Matsusaka, Tokuro, seorang dokter ahli tulang, karena ledakan dari aksi teroris(47). Dan juga seperti saat akan berpisahnya keluarga nohara dari tetangga-tetangga yang ada di dalam kontrakan, karena rumah tempat tinggal mereka sedang direnovasi ulang akibat ledakan(32, 33).... Wuih pokoknya banyak deh kejadian-kejadian menarik di komik ini setelah kedua bola matanya sudah berubah menjadi besar menurutku. Di komik yang ke empat puluh sembilan ini malah memberikan pada kita sebuah pengetahuan tentang kehidupan kumbang tanduk. W-O-W!! kan?!

Tapi sayangnya kita semua harus mengucapkan salam perpisahan dengan sedih untuk komik ini dengan cepat di serialnya yang ke lima puluh dua, karena tak akan ada yang bisa menggantikan melanjutkan komik yang super duper unik ini. Aku juga akan malas membaca komik ini jika bukan karangan Alm. Yoshito Usui....

Terima kasih banyak untuk Alm. Yoshito Usui yang sudah memberikan sebuah komik yang jujur, unik, lucu, dan penuh dengan makna untukku sampai saat ini...

Kau adalah seorang pengarang yang HEBAT!!

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath