"Let Me In", "The Tourist", dan "Bareng-Bareng"

Hari libur ini menjadi gua buang dengan bermain PS2 selama enam jam dan melupakan yang harus gua lakukan, yaitu menulis. Gara-gara tergiur sekali membeli kaset Grand Theft Auto versi Liberty City, tadi di toko yang ada di dekat rumah gua, jadinya aktifitas "harus tamatin" game seperti sebelum-sebelumnya, gua lakukan juga. Duduk di bangku, pegang stick, mata tak berhenti melihat layar, otak terus berkonsentrasi menyelesaikan misi dan menghapal cheat yang cuma dikit. Dan sekarang saja, gua lagi ngetik sembari nungguin buffering video "last mission GTA Liberty City", sama seperti waktu gua lagi main yang versi "San Andreas". Benar-benar maniak juga gua ini! Hahaha....

Tak apa-apa ya, tadi itu hanya pembukaan yang melenceng jauh dari apa yang ingin gua ceritakan. Jika sudah ada yang membaca blog gua yang kemarin, pasti tahu, gua akan nulis apa sekarang. Tetaplah menceritakan apa yang sudah terjadi di hari kemarin, tapi di siangnya, bukan di malam yang penuh dengan ego dan esmosi berentetan!

Gua memutuskan untuk jadi menonton film "Let Me In" dan "The Tourist" di Pluit Junction kemarin. Lagi-lagi sendirian, dengan menaiki kendaraan ojek, angkot, dan metromini 84. Gua pun hanya mengenakan kaos berwarna biru tua yang ditutupi jaket berbahan sweater tipis, berwarna abu-abu, dan memiliki banyak tulisan tak beraturan seperti koran, lalu celana jeans biru tua lebar 4/4. Dan seperti biasa, tak lupa membawa tas selempang berwarna hitam, berukuran sedang, milik gua.

Film yang gua tonton pertama, "Let Me In", dimulai pada pukul 15.10. Dengan hanya memakan sebungkus coklat Silver Queen dan air minum yang gua lupa nama mereknya apa, gua pun menonton film itu dengan antusias dan sedikit ngantuk selama kurang lebih dua jam. Film ini sebenarnya sudah pernah ada di tahun  2008 dengan judul yang berbeda, "Let The Right One in", dan diambil dari sebuah novel swedia karangan John Ajvide Lindqvist. Genre-nya adalah Drama - Horror. Dan berkisah tentang seorang anak laki-laki bernama Owen, yang tiba-tiba bertemu dengan seorang anak perempuan misterius bernama Abby. Isi ceritanya benar-benar sangat menghanyutkan tapi mencekam. Pembunuhan demi pembunuhan terjadi, sampai akhirnya ketahuan juga kalau si Abby ini adalah sebuah vampir yang haus akan darah.

Sehabis nonton film yang pertama, gua langsung cabut ke bawah dan keluar Mall. Perut udah keroncongan, jadinya makan mie ayam dengan mengeluarkan uang enam ribu rupiah aja deh. Sehabis itu gua naik lagi ke atas untuk nonton film "The Tourist".

Lalu TIBA-TIBA!!

Saat gua masuk ke dalam studio yang nomor tiga. Tiba-tiba gua BERTEMU TIGA ORANG ADIK KELAS semasa SMA. Wow!! Tak disangka, kalau Tuhan tak membiarkan gua nonton sendiri untuk kali ini. :')

Nama mereka adalah Michelle, Randy, dan Hermawan Putra alies Herpud(nama panggilannya). Mereka bertiga mengenakan baju yang sama warna, bentuk, dan motifnya. Lucu deh hahaha....

Tapi biarlah... akhirnya gua bisa juga nonton "The Tourist" yang kata orang luar di berita Vivanews.com banyak mendapatkan kritikan. Namun, asalkan ada jagoan-jagoan Box Office : "Angelina Jolie" dan "Johnny Deep", tak apa-apa deh. Tetap menarik!!

Film yang latarnya diambil dari Perancis dan Venesia ini benar-benar membuat gua terpukau. Kota-kotanya sungguh indah. Saking indahnya, dijadikan tempat yang penuh dengan kejadian tembak-menembak.

Peran si Angelina Jolie adalah sebagai Elise Ward, sang agen rahasia dari Inggris. Ia sedang menyamar menjadi kekasih dari seorang pencuri uang sebesar 744 miliar dolar, bernama Alexander Pearce. Tapi, karena tiba-tiba si Alexander yang tak pernah kelihatan, dan selalu berkomunikasi dengan Elise lewat surat, penangkapan tersebut menjadi susah. Hingga akhirnya muncullah satu surat yang menyuruh Elise untuk mencari seorang laki-laki yang berpostur tubuh hampir mirip dengan Alexander di dalam kereta. Saat itulah Johnny Deep mulai eksis. Perannya adalah bernama Frank, dan dia adalah guru matematika yang berasal dari Amerika. Nah, lanjutannya nonton sendiri aja ya.... Akhir ceritanya benar-benar tak terduga loh! :)

Sehabis nonton, gua udah ngerasa puas banget dah! Gua pun memutuskan untuk bergabung saja dengan mereka yang kini sudah duduk kelas dua belas SMA, dan udah mau menghadapi UN. Lalu, Emporium Mall menjadi tempat singgah kami yang berikutnya. Disana, kami makan yogurt Jcool model Couple dengan empat tooping yang enak abis. Dan saking enaknya, gua beli satu lagi tapi yang single, dan hanya bisa satu tooping ajah.

Sebelum pulang, mereka foto-foto dulu sebentar. Dan sebagai kakak kelas yang baik, gua jadi juru fotonya. Walau ada satu atau dua foto yang ada gua-nya sih. ^^

Pulang-pulang, gua digonceng sama Randy sampai Perapatan Tegal Alur (Makasi ya Rand!! dan juga yang udah temenin di belakang ^^). Setelah itu kalian tahu kan apa yang terjadi?! Ojek, Gue, dan Ego!

Oke
Terima kasih...
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath