Mengungkap Sedikit Isi Hati Ini

Pernahkah kamu merasa kalau hidupmu sudah hancur? Dimana sudah tak ada lagi yang perlu kamu lakukan, selain mencoba untuk melihat ke depan, mendengarkan lagu bertaburan denting piano, dan membiarkan sesaknya dada lepas lewat air mata yang ingin sekali keluar.

Pernahkah kamu merasakan apa yang kurasakan? Dimana sudah tak ada lagi tempat untukmu dapat dipeluk, dan membiarkan hatimu bisa lega, karna telah bertemu seseorang yang memiliki ketulusan hati untuk mendengarkan dan mengerti dirimu.

Aku tak pernah mengira kalau aku akan mengungkapkan isi hatiku disini. Dan jujur, aku tak ingin membuatnya menjadi terlihat biasa saja. Aku ingin membuat tulisan-tulisan ini menjadi menarik untuk dibaca. Jauh dari apa yang sudah kita dengar selama ini.

Mungkin selama ini aku selalu diam, tak bersuara, dan tak merasa bebas karena kelakuanku tersebut. Aku hanya terus-terusan menyembunyikan banyak hal di dalam hati, hingga terasa sesak di dada. Hampir tiap aku sedang sendiri saat aku mengalaminya. Seluruh kebencian akan kata-kata jelek seseorang terhadapku, rasa ingin berkata, "sok cool lo!!" terhadap yang sulit untuk diajak ngobrol, dan "sial lo! Udah sama orang lain aja, gua diperlakuin berbeda!" terhadap mereka yang kayak begitu, dan lain-lain. Ada yang pernah bilang kalau tiap aku curhat itu selalu terdengar tak enak karena semuanya adalah sampah. Semuanya sudah meracuni tubuhku. Dan membuatku ingin menggila dan bertindak liar(jika aku berani).

Aku menulis seperti ini bukan untuk mencari belas kasihan seseorang. Waktu-waktu sekarang ini memang seharusnya aku mulai belajar untuk stand up alone. Belajar tak jatuh bangun lagi di dalam God, dan berani untuk terbuka tanpa ada kekhawatiran apa-apa lagi. Tapi sayangnya sering aku mengambil keputusan untuk berdiam saja. Menunggu hari esok yang tiada harapannya lagi, dan hanya ditemani oleh ponsel yang bisa membuka berita-berita internet yang selalu kubaca tiap waktu, saat aku butuh untuk melupakan segalanya. Namun untungnya aku masih bisa menulis. Dan jujur, susah sekali untukku dapat berjujur ria menulis seperti ini. Tapi bukankah semua orang menyukai tulisan yang jujur? Seperti melihat kehidupan nyata para public figure yang kita idam-idamkan, sampai ada yang namanya "Paparazzi" untuk meliput kehidupan "jujur" mereka.

Apakah cuma aku yang merasakan hal seperti ini di dunia? Kupikir tidak. Karena tadi pagi aku menemukan seseorang yang setidaknya mengalami sedikit sama sepertiku, saat aku sedang membaca berita-berita artis atau biasa disebut dengan "showbiz". Orang ini bernama sangat cantik sesuai dengan fisiknya dan memiliki bakat yang luar biasa. Ia adalah Angelina Jolie. Seorang artis yang namanya besar di Hollywood, dan memiliki seorang suami yang sekelas bakat akting dengannya, yaitu Brad Pitt. Mereka pun kini memiliki enam orang anak walaupun mereka masih belum terikat pernikahan. Dan tiga diantaranya adalah anak adopsi. Hidupnya memang sibuk, tapi memang biasa untuk seseorang yang sudah mengembangkan talentanya. Uang akan selalu mengejar-kejar dirinya.

Lalu pengalaman apa yang sedikit samanya?

Judul-judul di berita internet yang bernama Vivanews ini memang selalu menarik pikiranku untuk membuka berita-berita yang sebelumnya. Aku pun terus menerus membaca semua informasi dari si aktris cantik ini sampai terasa capai. Dan ternyata ia juga memiliki sisi gelap. Hidupnya tak sebahagia seperti yang kubayangkan. Rasa depresi, sulit bergaul, dan kadang tak bisa mengontrol dirinya, telah membuatku merasa kalau aku tak sendiri. Apalagi waktu ada isi berita yang berkata,"Pitt merasa kesal karena Jolie selalu menghubunginya berulang-ulang saat ia sedang syuting." Oh my God! Aku sangat mengerti yang Jolie rasakan. Aku juga pernah mengalaminya. Dan rasanya ingin sekali aku menjadi temannya! Hahaha.... mimpi gitu loh!!

Tapi, seorang teman yang baik atau sahabat, perlu yang namanya memberikan sebuah jawaban kepada sahabatnya. Bukan hanya merasakan hal yang sama saja. Tapi memberikan sebuah solusi, agar hidupnya lebih maksimal dan stabil. Dan karena aku saja masih belum menyelesaikan masalah hatiku yang satu ini, aku belum pantas untuk menjadi temannya. Apalagi aku adalah sesosok orang yang tak akan pernah ingin melupakan seorang sahabat ketika aku sudah terbuka olehnya. Pengalamanku yang sudah pernah membuat seorang sahabat menjadi tak nyaman saat berteman denganku, telah membuatku ingin berdiam diri saja dahulu sambil merenung. Tak boleh lagi kulakukan kesalahan yang sama. Karena salah satu goal hidupku adalah dapat memotivasi hidup orang lain lewat semua solusi-solusi dari masalahku.

Akhir kata, aku sudah tak merasa sedih lagi. Malah menjadi ngantuk, karena tiap mengeluarkan air mata, memang selalu membuat kelopak mataku ingin tertutup. Thanks God karena aku masih bisa menulis.


....Terima kasih....
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath