Ojek, Gua, dan Ego

Hari ini sungguh luar biasa. Gua akan mengawali cerita ini lewat sebuah kejadian yang buat gua sungguh emosi sekali. Yaitu disaat gua pulang dengan menggunakan ojek yang biasa gua naiki tiap berada di perapatan Tegal Alur. Bodohnya, tak gua ikuti naluri yang ada di dalam benak dan batin untuk tak menaiki si ini ojek. Orangnya serasa gua kenali, berkulit sawo matang, berbadan kecil, cukup kurus, berambut cepak, dan memiliki kumis yang cukup tipis. Teringat juga sekilas kalau dia itu selalu memberikan harga yang tak sepantasnya.

Lalu tadi!! Dia memalak gua dengan meminta bayaran sebesar sepuluh ribu rupiah! Padahal biasanya itu goceng, dan kalau udah malam, bisa sampai maksimal tujuh ribu rupiah. Gua yang sudah berkali-kali naik ojek di sana, merasa sangat tersinggung sekali.

Dengan muka malas, gua pun bilang kepadanya, "Ya udah deh, ada tiga ribu gak bang?"(waktu itu gua cuman ada sepuluh ribu, dan gua minta tiga ribu yang adalah kembalian dari dia). Dia pun memberikan jawaban kalau tetap tak bisa. Dia tetap minta sepuluh ribu rupiah seperti tak memberikan gua pilihan lagi. Dan tiba-tiba, gua teringat kalau gua masih nyimpen uang sebesar enam ribu rupiah di tas bertali satu yang lagi gua pakai. Lalu gua mencari-cari gope-an yang ada di dalam tas juga, agar mencapai tujuh ribu rupiah. Setelah beberapa menit kemudian, tiba-tiba dia menjadi emosi, dan gua dibentak seperti dipalak oleh preman. "Udah! Gak usah lama-lama!!" Kurang ajar! Siapa elu?! Dalam pikiran gua. Gua pun langsung memberikannya uang sebesar enam ribu lima ratus rupiah. "Enak aja!"bentaknya lagi, sambil uangnya dilempar ke tas gua. "Sepuluh ribu rupiah pokoknya!!" Dengan terpaksa dan tak ikhlas sama sekali serta sampai kapan pun juga, akhirnya gua berikan juga sepuluh ribu rupiah kepadanya. Setelah itu, gua berjalan masuk ke rumah sambil memberikan satu kata seruan karena sudah sebal sekali. "nyogok!!" (padahal seharusnya itu malak. Bodoh ya gua...). Dan dia membalas dengan kata-kata yang bernada kecil dan tak jelas sambil pergi.

Aaaarrrggghhhh...!!!! Seharusnya gua yang marah!! Gua bukan orang kaya kali coy.... Gua butuh uang itu, walau cuman tiga ribu atau goceng. Karena selama liburan UAS ini, gua akan jarang diberikan uang jajan. Grr!!! Gua benar-benar emosi dari tadi! Gua paling males jika udah sampai dibentak kayak gitu, karena gua gak pernah ada salah sama nih orang. Lain kali, gua gak akan ngelupain itu wajah, dan mengikuti naluri gua untuk tak menaikinya. Dengan sangat gembira dan bersyukur sekali, tak akan menaikinya lagi!!

Mungkin gua terlihat agak pelit, tapi susah untuk orang yang udah biasa berlangganan ojek. Sebelum kuliah di semester dua nanti, gua harus udah bisa naik motor pokoknya. Enough is enough tuk mengalami hal kayak tadi lagi! But, thanks God banget karena gua jadi punya cerita menarik (menurut gua) untuk diceritakan di blog tercinta gua ini. Hehehe....

Untuk cerita yang berikutnya, akan gua sampaikan di next post....

Oke
Thanks tuk si ojek
Jangan ampe kayak gitu ya para ojek walau lagi perlu uang banget...
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath