Hasil Dari Seminar "RCTI Goes To Campus" Di UBM

Hari ini gua benar-benar ngantuk! Karena yang seharusnya libur, eh ternyata wajib mendatangi sebuah seminar yang diselenggarakan oleh organisasi HMJ Ikom UBM dan yang dimulai dari pukul sembilan pagi. Jadinya gua harus merelakan keinginan gua untuk bisa tidur sampai siang pada hari ini.... ;(



Tapi walau sangatlah mengantuk, jujur deh, seminar yang bernama "Seputar Indonesia Goes To Campus" dan diadakan di TUGA (The UBM Grand Auditorium) serta diikuti oleh para Mahasiswa/i UBM fakultas Ilmu Komunikasi dan siswa/i SMA tadi, bisa dibilang sungguh menginspirasi dan memotivasi gua. Karena memang khusus untuk para Mahasiswa/i yang sebenarnya ingin mengambil jurusan Broadcasting dan Jurnalistik, jadinya benar-benar buat gua banget. Apalagi pembicaranya itu adalah seseorang yang menjabat sebagai Chief Editor di sebuah saluran Televisi ternama, yaitu RCTI dan juga bekerja sebagai sutradara di program berita yang pertama kalinya muncul di TV swasta Indonesia dan sudah bertahan sampai sekarang, yaitu "Seputar Indonesia". Nama Beliau adalah "Arief Suditomo". 

Ia terlihat masih begitu muda dan berpengalaman sekali. Kata-kata yang dikeluarkannya terdengar sangatlah lancar, berat (bahasanya), dan tertata seakan gua sedang membaca buku. Banyak kosakata yang masih belum gua mengerti yang tadi terlihat sudah melekat di dalam otaknya. Sewaktu juga ia sedang menjawab pertanyaan-pertanyaan dari beberapa mahasiswa dan seorang siswa SMA, terlihat sekali kualitas dan karisma dari dalam dirinya. Dalam hati, gua hanya bisa bertanya kepada Tuhan, apakah nantinya saya bisa ya menjadi seperti dia? Duduk di depan banyak orang, dan berbicara dengan menggunakan kata-kata yang sangat rapi dan kritis ketika sedang menjawab pertanyaan.

Sudah sepatutnya gua bertanya seperti itu, karena gua memang telah lama memutuskan untuk menjadi seorang Jurnalis nantinya. Banyak sekali yang harus gua pelajari. Dan salah satunya itu adalah menghafal banyak kosakata. Agar gua tak selalu menggunakan kata-kata yang sama, sehingga membuat banyak orang menjadi bosan. Betul kan gua? Hehehe....

Tadi itu dia membahas tentang dunia pertelevisian yang ada di Indonesia. Tapi Beliau lebih memberikan pernyataan-pernyataan yang ke saluran TV tempat ia bekerja, RCTI. Ia memberitahu kepada kami semua kalau RCTI adalah sebuah saluran yang memiliki prinsip, seperti tak akan memberitakan tontonan-tontonan yang berbau takhayul, kekerasan, dan sensualitas. Walau pernah sampai prinsipnya tersebut membuat rating penonton menjadi menurun drastis dan menjadikan para pekerja menjadi kebingungan dan ketakutan, namun ternyata masalah tersebut dapat segera terselesaikan. 

Katanya, tiba-tiba muncul seseorang yang memberikan script film yang mungkin kalian semua masih ingat, judulnya adalah "Tukang Bubur Ingin Naik Haji". Filmnya memiliki alur yang begitu halus dan tak memiliki adegan-adegan yang lebay seperti ibu tiri yang suka menyiksa anak tirinya. Lalu, setelah dicoba dengan meminta beberapa pemirsa RCTI untuk menontonnya, ternyata semuanya memberikan feed back yang positif. Akhirnya film tersebut pun ditayangkan di TV, dan tak disangka, kalau banyak penonton yang menyukainya dan menjadikan RCTI kembali lagi menjadi saluran yang cukup diminati banyak penduduk di Indonesia dengan prinsip barunya.

Gua juga baru tahu kalau RCTI adalah saluran Televisi yang memiliki persentase penonton hampir setengah persen dari saluran-saluran yang lainnya. Intinya menjadi saluran Televisi yang paling dominan deh untuk beberapa tahun ini. Tentu saja, apalagi sekarang ini ada dua sinetron yang sudah berhasil menyedot banyak penonton. Gua dan orang-orang di dalam rumah gua sih gak suka nonton tuh sinetron, tapi orang Indonesia kan ada jutaan dari Sabang sampai Merauke, jadinya berhasil deh RCTI. Andaikan saja setelah lulus nanti gua bisa langsung bekerja di sana.... ^^

Selain itu, dua hal yang gua dapatkan juga dari Seminar tadi adalah pertama, gua baru tahu kalau seseorang itu sudah bisa dikatakan menjadi penonton di salah satu saluran Televisi jika ia tak mengganti channel selama 15 menit. Dan yang kedua adalah sebenarnya iklan di Televisi itu hanya boleh dimunculkan sekitar 20%. Tapi karena banyaknya para pekerja per-film-an yang ingin mendapatkan penghasilan lebih, mereka pun jadi menghiraukan peraturan tersebut. Akhirnya penonton lah yang kena imbasnya dengan lebih banyak menonton iklan ketimbang filmnya. 

Coba saja kalian ingat sebuah film yang bernama "Meteor Garden 2". Iklannya luar binasa banyak, sampai para penonton harus rela menunggu kurang lebih 10 menit untuk menonton lanjutannya. Karena memang film yang pertamanya sangat lah laku, jadinya banyak produk dan industri jadi berbondong-bondong minta diiklankan deh. Dan pastinya duit yang didapatkan dari saluran Televisi itu sangat kencang. Tapi tetap saja merugikan penonton.... Semoga saja semua industri TV nantinya bisa lebih mengedepankan para penontonnya. Tak setengah-setengah.

Di akhir seminar, ada satu hal yang membuat gua menjadi sangat menyesal. Gua tiba-tiba menjadi malu disaat ada sesi meminta lima orang penonton untuk maju ke depan agar dapat mencoba menjadi pembaca berita atau menjadi presenter. Padahal itu adalah kesempatan gua untuk belajar, tapi ya sudahlah.

Sebelum sesi tersebut dimulai, seorang presenter RCTI yang bernama "Gustaf Aulia" akhirnya ke atas panggung juga. Ia bertugas mencontohkan bagaimana menjadi seorang presenter dan bertugas juga menjadi komentator bagi lima orang yang maju tadi. Kemampuannya waktu mencontohkan bagaimana menjadi presenter tadi bisa dikatakan terlihat sangat keren dan tak diragukan lagi dah. No comment dari gua. :p

Gua salut sama orang-orang yang hebat di dunia ini. Mereka semua sudah melewati proses persaingan yang ketat karena yang namanya pekerjaan itu kan terbatas. Tak ada pekerjaan dari tiap manusia itu yang berbeda-beda berdasarkan bidang dan kasat mata. Maksudnya adalah misalnya pekerjaan seperti karyawan atau presenter atau yang lainnya, pastinya tak satu orang saja yang memiliki pekerjaan seperti itu. Banyak orang yang bersaing dengan cara sehat atau tak sehat untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai keinginan mereka masing-masing tersebut. Tapi apakah kita semua harus takut untuk mengalami proses yang luar biasa itu? Seperti menjadi 10 besar di ajang pemilihan Indonesian Idol yang pastinya diikuti ribuan orang. Intinya adalah, jika Tuhan sudah menghendaki dan diri kita sendiri sudah siap, akhirnya tercapai deh cita-cita kita semua...

Dan sekarang gua harus mempersiapkan diri gua pribadi untuk menjadi seorang jurnalis!!! Huaaaa............

Terima kasih untuk UBM, para panitia yang sudah bekerja, HMJ IKOM, dan dua orang hebat dari RCTI....
Thank you too readers....
Gbu

P.S: Sedihnya gua gak bisa ikut Workshopnya.... :(

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath