Lebay Dan Galau Bareng-Bareng

Selain gua sudah menceritakan tentang yang gua dapatkan dari acara seminar kemarin (karena sekarang sudah jam setengah satu pagi), gua juga akan bercerita tentang pengalaman yang cukup lucu buat gua pribadi dan semoga kalian juga menganggapnya lucu ^^. Kejadiannya adalah sehabis selesai seminar. Dan ini bisa dijadikan sebagai salah satu contoh tentang siapa diri gua yang sebenarnya, yang cukup memalukan.

Dari SMA, gua sangat terkenal karena ke-lebay-an gua. Dan hal tersebut gua lakukan untuk mencari perhatian banyak orang. Tapi itu "awalnya". Selanjutnya gua mulai bisa mengelola dan mengendalikannya. Ya kalian tahu lah, apa yang dirasakan banyak orang jika ada orang yang lebay (berlebihan) di sekitarnya. Risih sudah pasti. Dan memang banyak yang risih sama gua dari dulu. Sangat menyakitkan juga sihh.... :(

Biarlah.... Namanya juga orang yang sedang mencari jati diri. Lagian juga ada manfaatnya loh menjadi orang lebay. Khususnya jika sedang berada di panggung. Bisa meng-entertain banyak orang sehingga membuat suatu pertunjukan menjadi tak membosankan. Itu lah kenapa gua pernah menjadi juara 1 dalam lomba speech (pidato inggris) antar kelas. Karena gua sudah mengundang banyak perhatian dari banyak penonton waktu itu. ^^

Dan tadi itu kejadiannya pada waktu gua sedang kenalan sama teman baru yang adalah seorang perempuan di lobby kampus, yang payahnya gua lupa lagi namanya. Ckck.... Payahnya juga gua, diri ini tiba-tiba tak bisa terkendali lagi karena memang keadaan gua yang waktu itu sedang mengantuk parah. Dan rasa kantuk yang gua rasakan tersebut bisa membuat pikiran jadi galau. Hal-hal yang lebay pun kembali muncul. Lalu, feed back yang tak pernah ingin gua lihat lagi atau tak gua sukai, akhirnya kembali tampak. Ia terlihat kurang menghormati gua, padahal gua gak ngerasa habis mengejek atau mempermalukannya. Apakah karena gaya gua atau memang itu lah dia? Tak tahu dah.... Yang penting, gua sudah memberikan kesan pertama yang tak sepatutnya. 

Kan biasanya seseorang itu harus memberikan kesan pertama dengan bertindak biasa-biasa saja pada orang yang diajak kenalan. Lalu setelah sudah berhubungan lama, baru deh menunjukkan diri kita yang sebenarnya. Menurut gua itu adalah cara yang efektif untuk kenalan sama orang.

Tapi gua pasrah saja sama Tuhan tadi. Dan Puji Tuhan!! selanjutnya perempuan itu memberikan respon positif ke gua. Mungkin karena gua tak terlalu keterlaluan seperti dulu. Mungkin juga kata-kata yang gua ucapkan juga tak jayus, sehingga ia bisa menikmatinya. Atau mungkin karena gua berhasil me-netralisir-nya dengan cara menanyakan "di kelas mana waktu semester 1 dan 2", "tinggal dimana", dan lain-lain dengan biasa-biasa saja. Baguslah....

Lucunya, mereka yang berjumlah dua orang (gua lupa juga nama yang satunya lagi T.T ) itu malah ketularan gua. Mereka tiba-tiba menjadi ikut-ikutan galau sama seperti gua. Semua itu gara-gara gua bilang "yuk setel lagu-lagu galau...." Dan mereka meng-iya-kan dengan menyuruh gua menyetel salah satu lagu yang menusuk hati dari MP3 Handphone gua. Gua pun akhirnya menyalakan lagu yang dinyanyikan oleh MYMP yang berjudul "Eternal Flame". Lalu mulai lah terlihat diri mereka berdua yang sedang berimajinasi. Ekspresi muka galau mereka terlihat jelas. Gua pun senang.... ^^

Selanjutnya teman baru gua itu totally biasa-biasa saja sama gua. Dan pada waktu ia bersama teman gua yang satunya lagi itu akan pulang dengan bis kampus, gua mengucapkan terima kasih karena bisa galau bareng-bareng. Hahaha.... Gua suka dah saat-saat seperti itu.

Walau gua sudah berusaha sedemikan rupa untuk mengendalikan diri dan mencoba untuk mengubah lebay-nya gua, tapi tetap saja tak bisa 100%. Kadang akan muncul lagi ke-lebay-an gua ini secara tak terduga atau tiba-tiba. Sekarang apakah yang harus gua lakukan? Simple.... Gua hanya akan menerima diri gua ini dengan apa adanya dan menikmatinya. Karena ini lah diri gua, peduli semua orang akan menerima diri gua atau tidak.

So, be your self.... God aja menerima diri kita semua apa adanya kok.... ^^

Terima kasih....
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath