127 Hours Dan Black Swan: Dua Film Nominasi Oscar

Hari ini gua habis dikejutkan oleh dua film berkualitas DVD yang hampir saja membuat otak ini menjadi sangat pusing. Soalnya kedua film ini benar-benar memberikan sebuah rasa yang berbeda kepada yang gua yakin, semua yang menontonnya. Kalau yang satu bikin semangat, sedangkan yang satunya lagi bikin hidup ini makin ingin bertindak lepas tanpa batasan. Kedua film ini adalah "Black Swan" dan "127 Hours". Dan akan gua ceritakan keduanya di post ini dengan gaya cerita gua yang seperti biasanya. I hope you like it.... ^^

1. Black Swan: Ambisi Sang Balerina Psycho



Kalau  para pemain di film "The Fighter" ada yang diwajibkan untuk menguruskan, menggemukkan, dan memperkuat dirinya sendiri hingga berotot, beda untuk film yang sudah menjadi nominator Oscar ini. Ada dua pemain yang wajib berlatih balet mati-matian sewaktu sudah menandatangani kontrak dari sang sutradara yang bernama Darren Aronofsky. Tapi gara-gara hal tersebut lah akhirnya kedua pemain ini berhasil mendapatkan penghargaan. Dan mereka berdua adalah: Pertama, yang sudah menjadi nominator di penghargaan Golden Globe, "Mila Kunis", dan kedua, yang sudah banyak mendapatkan kemenangan sebagai aktris terbaik di Oscar, Golden Globe, BAFTA, dan lain-lain, "Natalie Portman"



Film ini bercerita tentang seorang balerina bernama Nina (Natalie Portman) yang memiliki ambisi untuk bisa bermain di panggung teater sebagai "Queen Swan". Namun setelah ia terpilih untuk ikut audisi, kesedihan melandanya, karena sang pelatih yang mengaudisinya berkata kalau ia hanya cocok untuk berperan sebagai "White Swan", dan bukan sebagai "Black Swan". Pertunjukan ini memang mewajibkan si pemain utamanya untuk bisa berperan menjadi keduanya, yaitu: sebagai seorang yang terlihat baik hati, polos, juga rapuh untuk "White Swan", dan seorang yang terlihat bebas, kelam, dan bergairah untuk "Black Swan". Tapi walau sudah mendapatkan kritikan yang hebat, akhirnya Nina bisa lega karena ia lah yang terpilih namun dengan syarat harus bisa berlatih keras agar lancar dalam memerani si tokoh "Black Swan".

Namun dengan terpilihnya ia, Nina pun harus merasakan tekanan-tekanan yang luar biasa beratnya. Banyak sekali kejadian yang sudah membuatnya frustasi, hingga akhirnya Lily (Mila Kunis), seorang balerina pindahan, sangat berkesempatan untuk mengambil posisinya. Ia rela melakukan berbagai macam cara untuk bisa mendapatkan peran "Queen Swan" tersebut.

Sayangnya juga, ternyata Nina ini sedang mengidap penyakit kejiwaan. Yang malah tambah parah sewaktu mendekati akhir cerita. Tapi gara-gara penyakitnya tersebut, entah kenapa malah bisa membuatnya menjadi maksimal sewaktu pertunjukan sudah dimulai. Ia seolah-olah bisa merasai dirinya telah menjadi "Black Swan" dengan begitu nyatanya karena penyakitnya tersebut.

Memang sangat pantas film ini menjadi nominator sebagai film terbaik tahun 2010 dalam ajang bergengsi seluruh dunia, "Oscar". Adegan-adegan yang ditampilkan seakan seperti sebuah keindahan yang kelam dan menyeramkan. Juga sangat sensual dan isinya memiliki banyak kegilaan yang benar-benar tak terbayangkan. 

Dan gara-gara film ini, gua pun makin tambah ngefans habis sama Natalie Portman yang benar-benar memberikan akting yang sangat berkualitas, berani, dan gila-gilaan. Mantap dah!! I must be meet you someday.... 

2. 127 Hours: Detik-Detik Pembelajaran Dari Seorang Petualang


127 Hours adalah sebuah film yang juga berhasil menjadi nominator Oscar sebagai film terbaik, dan yang diambil dari sebuah buku yang berjudul "Between A Rock And A Hard Place" berdasarkan sebuah kisah nyata dari seorang laki-laki yang bernama Aron Ralston.

Aron Ralston ini adalah seorang petualang yang hidupnya harus mengalami suatu pengalaman yang mengerikan dan hampir membuatnya meninggal sewaktu tiba-tiba sebuah batu besar menimpa tangan kanannya di suatu jurang bebatuan sempit dan jarang dikunjungi banyak orang. Yup, ia terjepit karena batu tersebut sudah seakan menempel keras dan tak bisa dilepaskan selama berhari-hari.





Yang memerani Aron ini adalah James Franco. Dan ia telah memberikan bakat aktingnya yang luar biasa, yang pada akhirnya membuat dirinya menjadi nominator Oscar sebagai aktor pria terbaik. Tentu saja ia akan mendapatkannya, karena ia sungguh menghayati sekali perannya ketika menjadi seseorang yang harus memadukan suatu rasa yang terjadi pada waktu yang bersamaan, yaitu: kedinginan, kesakitan, hampir mati, kesepian dan kekurangan makanan juga minuman saat sudah berhari-hari tak bisa keluar. Apalagi waktu ada adegan dimana dia harus memotong tangannya sendiri yang sedang terjepit itu. Berdasarkan situs 21cineplex.com , beberapa penonton wanita yang ada di Amerika sampai menjadi pingsan sewaktu melihat adegan tersebut. Memang sangat menyeramkan sih.... @_@



Awalnya gua agak kurang tertarik untuk menonton film ini, karena rasanya akan sangat membosankan jika hanya menonton seorang lakilaki yang sedang terjepit batu di Bioskop selama satu jam lebih. Tapi sewaktu gua lihat kalau yang menyutradarainya adalah "Danny Boyle", seseorang yang telah menyutradari film "Slumdog Millionaire" hingga akhirnya terpilih sebagai pemenang Oscar tahun 2009 kemarin, wow!! Langsung saja gua sangat tertarik untuk menontonnya. Pastinya bakal dibuatnya menjadi seru dan menyentuh seperti pada filmnya yang sebelumnya tersebut. Dan baru tadi lah gua pun bisa menontonnya di Laptop cece gua. Padahal maunya sih di Bioskop, tapi perusahaan Amerika: MPA (Motion Picture Association) masih memutuskan untuk masih belum bisa mengirim film-film Hollywoodnya karena suatu alasan yang terlihat kurang jelas buat gua. Ckckck....

***

Kalian semua yang sudah membaca ini wajib sekali segera pergi ke toko kaset untuk membeli atau menyewanya, yang lalu menonton keduanya sambil makan cemilan yang enak. Karena pelajaran-pelajaran yang diberikan itu sungguh luar biasa. Gua yakin kok bisa membuat kalian menjadi termotivasi dan mendapatkan inspirasi. 

Seperti pada film "127 Hours". Berhubung film ini diambil dari kisah nyata, pasti bisa membuat pola pikir kalian menjadi berubah dan mampu lebih mensyukuri hidup ini tiap detiknya deh. Lalu juga bisa memberikan suatu semangat yang baru untuk terus berusaha keras dan belajar banyak hal.

Di dalam film ini saja, Aron Ralston rela sampai memotong tangannya sendiri untuk bisa meneruskan hidupnya dan memperbaiki kesalahannya. Kesalahannya itu adalah ia memiliki sikap buruk, yaitu egois, cuek, dan merasa sudah bisa hidup sendiri tanpa orang lain. Hingga akhirnya sebuah batu bisa membuatnya menjadi menderita dan juga berterima kasih.

Dan untuk di film "Black Swan", walau banyak memperlihatkan hal-hal yang negatif, tapi kita juga bisa belajar kalau yang selama ini membuat diri kita semua gagal adalah diri kita sendiri. Hidup ini memang keras, dan kita harus kuat untuk bisa meyakinkan seseorang kalau diri kita itu bisa melakukan hal-hal yang ingin kita mau lakukan.

Duh, pokoknya terima kasih banget deh untuk semua orang yang sudah mengerjakan kedua film ini hingga akhirnya bisa berhasil membuat gua menjadi terhibur dan belajar banyak hal. Semoga saja suatu hari nanti gua bisa tergabung untuk membuat suatu film yang bagus juga. Dengan semangat seperti pada film "127 Hours" dan usaha untuk membuat semua orang menjadi yakin seperti di film "Black Swan", pasti gua bisa! Dan kalian pun bisa!! Yeahh!!

Terima kasih juga untuk readers ya.... ^^
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath