Kisah Singkat Tentang Jalan-Jalan Di Pasar Malam

Hari ini akan terus menjadi hari yang membosankan jika tadi Yoel tak mengajak gua ke Pasar Malam yang letaknya ada di daerah perumahan gua-"Villa Taman Bandara", dekat kali Dadap. Untung saja pada waktu gua sedang menonton Tv sambil merasakan sedikit jenuh, eh tiba-tiba sebuah SMS muncul.

Isinya adalah: "Bro bro. Mao temenin gw k pasar malam ga ? Yoel" (Kerajinan ya gua ampe nulis isi SMSnya. Hehehe). Maksud dari kata "Bro bro" tersebut adalah seharusnya yang diajak Yoel itu bukan hanya gua, tapi Kelpin. Namun, karena Kelpin lagi ada di Daan Mogot Mall, ya udah dah, berdua aja kami yang akhirnya pergi.

Di tempat gua tinggal ini, memang tiap hari jumat itu selalu ada Pasar Malam yang panjang dagangannya hingga menyambung ke perumahan "Griya Dadap". Tempatnya selalu ramai dikunjungi dan sepertinya memang laku juga berjualan di situ. Soalnya tadi saja jumlah pedagangnya makin meningkat.

Dan sebabnya Yoel yang tiba-tiba jadi kepingin ke Pasar Malam adalah karena dia lagi ingin ditattoo di hidungnya (dia memang bilang di hidungnya loh. Gak bilang dimananya). Soalnya kata beberapa temannya, di Pasar Malam ini ada jasa membuat Tattoo. Padahal yang gua tahu sih selama ini tak ada jasa Tattoo disana, tapi kita lihat saja nanti.

Setelah Yoel datang ke rumah gua dengan menggunakan motornya, ia langsung meminta gua untuk memperbolehkan motornya dititipkan di dalam rumah gua selama kami berada disana. Karena tak mungkin kan kami harus melihat-lihat dagangan-dagangan yang ramai pengunjungnya tersebut sambil naik motor?? Lalu setelah ditaruh motornya di dalam rumah gua, kami pun segera jalan kaki kesana. 

Sebenarnya agak menyebalkan juga jika kami harus berjalan di jalanan sempit dan sedang dikerumuni banyak orang, beserta beberapa motor, yang sudah seperti menyerupai sebuah jalanan penuh kendaraan yang sedang macet. Dan parahnya, jalanan yang kami harus lewati itu lagi becek-beceknya, jadi harus berhati-hati deh disaat melangkah. Karena paling malas dah gua jika harus terkena cipratan-cipratan dari air yang sudah menyatu dengan tanah tersebut. 

Nah, setelah sampainya kami pada pukul setengah sembilan malam, pertama kalinya itu kami melihat-lihat terlebih dahulu sebuah dagangan kacamata, karena selain Tattoo, si Yoel ini lagi tertarik dengan kacamata berkaca besar yang memiliki warna dan bergagang langsing. Lalu ia pun akhirnya membeli juga satu setelah mencoba-coba dan memilih-milih selama beberapa menit. Dan yang kacanya berwarna coklat lah yang akhirnya ia beli dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 10.000,-. Selamat keren-kerenan dah lu di kampus. Hahaha.... 

Selanjutnya, gua memutuskan untuk beli es krim coklat yang memakai Cop, yang harganya itu hanya sebesar seribu rupiah karena mini sekali ukurannya. Ini sih memang yang biasanya gua lakukan jika sedang pergi ke Pasar Malam. Rasanya mulut itu selalu tak enak jika tak makan es di tempat seperti ini buat gua. 

Setelah gua membeli es krim, kami pun melanjutkan perjalanan untuk meraih tujuan utamanya si Yoel, yaitu: ditattoo. Tapi sayangnya, walau kami sudah berjalan sampai di ujung Pasar Malam tersebut, ternyata tak ketemu juga seseorang yang mencari uang dengan membuat Tattoo. Dengan sedihnya, ia segera mencari alternatif lain, yaitu membeli aksesoris-aksesoris yang lainnya. Dan topi yang biasanya disebut "Flat Cap", yang sering dipakai para seniman, serta gelang yang terbuat dari baja lah yang akhirnya ia beli. Kalau gua sih, hanya membeli satu gelang yang harganya hanya Rp 3000,-. Lalu kami pergi dari Pasar Malam tersebut dengan cukup puas. 

Sebelum akhirnya ia ke rumah gua dan mengambil motornya, ia meminta gua untuk menemaninya ke toko obat blok B yang cukup terkenal, yang letaknya tak jauh dari rumah gua. Ternyata dari senin kemarin ia sedang terkena radang tenggorokan, dan belum sembuh juga sampai hari ini. Lalu ia pun membeli tiga macam tablet yang nantinya akan masuk ke perutnya mulai dari malam ini atau besok, gua gak tahu. Yang pasti, sepertinya ketiga tablet tersebut hampir sama seperti punya gua yang pernah gua minum juga dikala sedang terkena radang tenggorokan. Yang penting, cepat sembuh dah nih anak, biar bisa jalan-jalan lagi seperti sekarang ini.

Lalu akhirnya perjalanan kami selesai setelah sudah sampai di rumah gua. Pukul 22.45 lah kami berhenti melewati malam ini dengan mencari hal-hal yang menyenangkan. Selama dua jam lebih kami sudah melakukan aktifitas pertemanan yang menarik. Walau mungkin menurut kalian, ini adalah sebuah bacaan yang membosankan, tapi bagi gua tidak, karena ini adalah sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan bersama seorang sahabat.  ^^

Dan ia pun langsung pulang dengan cepat bersama motornya karena sampai sekarang ia masih tak diijinkan pulang malam-malam oleh orang tuanya. Poor him.... Hahaha....

Terima kasih....
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath