Kehebohan Gua Dan Para Teman Kampus Gua Di Cafe Strawberry!

Hari Jumat ini sungguh menakjubkan. Dan khususnya untuk kerepotannya, kegilaannya, dan pasti lah dalam hal capeknya! Hahaha....

Seperti di pagi hari, dimana gua jadi gak bisa sarapan sama sekali sampai jam setengah 12 siang, karena harus mengikuti quiz atau ujian yang diberikan oleh dosen matkul "Teori Komunikasi" gua, Pak Sumardi Dahlan. Di waktu istirahat yang biasanya diberikan selama 20 menit setelah melewati 2 SKS, gua pun harus jadi kerepotan-dengan menjadi orang yang musti memikirkan bagaimana caranya untuk mendapatkan materi-materi yang akan dijadikan sebagai bahan dalam quiz nanti. Akhirnya cara satu-satunya adalah dengan mem-fotokopi materi-materi tersebut dari buku seseorang. Untung saja UBM ada tempat fotokopi yang selalu siap melayani para mahasiswa/i dari pagi sampai sore.... ^^

Alhasil, gua bisa mengerjakan quiz darinya tersebut dengan lancar, walau harus sedih dan pasrah juga karena gua salah menjawab di soal nomor 1. Hal ini disebabkan oleh keteledoran gua dalam melihat soal. Tapi tak apa deh, yang pasti gua sudah mengerjakan ketiga soal lainnya dengan lancar.

Nah, setelah melewati kejadian yang merepotkan tersebut, tiba-tiba saja gua bertemu dengan beberapa teman-teman semasa semester 1 gua di kantin yang walaupun di semester 2 ini sudah ada beberapa orang yang terpisah kelasnya, tapi masih tetap setia untuk terus bersama-sama.

Ada The Novi, Neli, Elisabeth, Silvia, Daniel, Ekky Pratama, Budi, Erline, Vika, Richard, Christian, Yuyu dan Bobby. Saat gua tanya-tanya kepada salah seorang dari mereka, ternyata pada hari ini-mereka akan pergi ke Pluit Village untuk karaoke. Yang malah pada akhirnya nyasar ke Kafe Strawberry yang letaknya ada di Jalan Tanjung Duren Barat No.1, Jakarta Barat.

Sebelum mereka pergi sih, rencananya ternyata pada mau belajar bareng dahulu. Soalnya-UTS memang sudah ada di depan mata, yaitu pada Hari Senin besok loh! Gua sendiri pun masih belum menguasai "Statistik" yang penuh dengan hitungan-hitungan dan hapalan-hapalan akan semua rumus yang telah diberikan. Serta pelajaran-pelajaran lainnya yang nantinya bakal "Close Book" :( . Mungkin besok kali ya, gua akan mulai belajar mati-matian! Amin dah....

Oke lanjutt....

Gua pun ternyata diajak juga, dan sudah pastilah gua mau ikut ^^. Lalu, sekitar jam 1-an, akhirnya kami memutuskan untuk pergi. Ada yang naik mobil dan juga ada yang naik motor. Kalau gua sih naik motor bersama Ricko yang sebenarnya-baru gua ketahui kalau ia bakal ikut juga. Dan ternyata bukan hanya dia. Ada Melvi (sepupu dari Daniel), Andry (pasangan hidupnya Vika), dan Jefri (teman kelasnya Neli). 

Kami semua pun sampai di tempat tersebut pada pukul 3-an. Padahal perjalanan dari UBM ke sana bisa terbilang cepat juga. Cuman sayangnya tadi itu kami sedang kekurangan 1 helm. Sampai si Ekky akhirnya mengambil keputusan untuk pulang dahulu ke rumahnya yang ada di Sunter untuk mengambil helm miliknya. Good job deh mamen.... ^^


Setelah sampai dan duduk di tempat yang ternyata sudah memiliki sertifikat karena kualitasnya dan memang cukup terkenal di kalangan anak-anak muda ini, tiba-tiba saja kami dikageti oleh suatu hal. Yaitu: kalau kami semua "harus" memesan makanan dan minuman, dan "tak ada" "hanya" memesan minuman atau makanannya saja. Jumlah kami soalnya ada 17 orang sih. Jadinya kan memang makan tempat, dan jujur, waktu juga tadi. Jadinya bisa bangkrut juga mereka kalau kami hanya memesan minuman saja. 

Tapi seandainya saja boleh hanya memesan minuman.... Soalnya yang paling membuat kami (mungkin gak kami semuanya sih) kaget adalah-jumlah nominal dan angka yang tertera di tiap makanan dan minuman yang ada di dalam menu. Harganya kira-kira bisa dikatakan di atas 20ribu rupiah semua (tapi beberapa sih ada yang di bawah juga. Tapi dikit banget). Namun tetaplah kami memesan makanan dan minuman tersebut dengan pasrah.

Sebelum makanannya jadi, senangnya, disana kami bisa bermain suatu permainan yang membuat beberapa orang dari kami itu jadi berteriak terus-terusan. Nama permainan tersebut sih gua lupa apa, yang pasti permainannya itu adalah berupa memukul sebuah kartu yang memiliki angka yang sesuai dengan hasil kali dari dua dadu yang telah terlempar dengan tepokan lalat. Dan untuk yang menepuk paling terakhir, akan diberikan bedak di pipinya sebagai hukuman. Seru bukan?! (Y)

Benar-benar membuat kami menjadi tak bosan menunggu makanan dan minuman yang sedang dibuat. Setelah akhirnya makanan kami itu sampai pun, kami sebenarnya masih ingin bermain. Tapi kami memutuskan untuk bermain yang lebih heboh sehabis makan. Sungguh mengasyikkan!

Makanan yang tersedia juga memiliki rasa yang enak sesuai dengan harganya, enak (untuk pemilik dan karyawannya doanks). Gua terasa puas sekali saat makan makanan pesanan gua yang isinya adalah nasi hainam dan daging ayam merah yang sudah dicincang kecil-kecil. Tapi sayangnya, untuk si minuman, gua tak menikmatinya sama sekali. Karena tenggorokan gua yang sedang sakit, jadinya tak bisa meminum minuman yang dingin-dingin. Kata pelayannya sih, air di kafe mereka itu memang tak ada yang tak dingin. Jadinya gua harus pasrah aja deh dengan keadaan.... :(

Nah, setelah semuanya benar-benar selesai makan. Permainan berikutnya yang kami mainkan adalah (maaf gua lupa juga namanya apa) berupa mengembangkan balon dengan sebuah alat khusus, dan dilakukan secara bergantian setelah melempar sebuah dadu-untuk memperlihatkan berapa kali kami harus menarik dorongkan alat tersebut agar udara dapat masuk ke dalam balon tersebut. Sampai akhirnya balon tersebut pecah di tangan orang terakhir, hukuman pun akan diberikan untuknya. Dan hukuman tersebut sudah ditulis di sebuah kertas kecil yang telah dimasukkan di dalam balon tadi.

Untuk tadi, Bobby lah yang jadi orang terakhir tersebut. Walau sebenarnya sih balon tersebut pecah karena ditusuk oleh Richard secara sengaja dan tak diketahui oleh Bobby. Karena memang disana tuh kami ingin mengerjai Bobby habis-habisan sekaligus untuk merayakan ulang tahunnya yang sebenarnya sudah lewat seminggu yang lalu.

Tak lupa sekali, kalau hukuman yang seharusnya itu adalah melakukan "Elvis dance" dengan ditemani oleh 5 orang, tapi tadi malah diubah menjadi "Chicken Dance" (tarian yang dari dulu pengen gua coba nih karena pernah ngeliat di video temen. Hehehe). Soalnya hampir semuanya yang malah jadi mau ikutan melakukan tarian tersebut



Dengan perasaan tak malu, kami pun melakukan tarian "Chicken Dance" di tengah-tengah ruangan sambil ditemani oleh musik khususnya, dan para pelayan yang turut mengajari kami bagaimana melakukan tarian itu. 

Benar-benar terasa sekali capeknya setelah kami menari-nari dengan cara mengepak-kepakkan tangan, memutar-putarkan badan, dan yang lain-lainnya. Kami pun langsung duduk dan kembali berinteraksi satu dengan yang lainnya sambil minum minuman yang masih belum habis.

Lalu, klimaks di acara kami dimulai. Tiba-tiba saja lampu mati dan berubah menjadi lampu disko, serta mulai datanglah orang-orang bertopeng dan bersenjata mainan seperti di film "Star Wars" ditemani dengan alunan musik yang mistis. 

Hingga akhirnya mereka sampai di belakang kursinya Bobby, lalu dengan cepat-tangannya Bobby langsung diborgol ke kursinya oleh salah seorang dari mereka. Dan alunan musiknya berubah menjadi instrumental dari lagu "Happy Birthday". Orang-orang bertopeng yang sebenarnya adalah para pelayannya itu pun mulai menyanyikan lagu "Happy Birthday" dengan sangat semangat dan gila-gilaan. 

Kami pun diberikan sebuah kaleng semprot yang isinya adalah busa-busa yang berasal dari sabun cuci pakaian sepertinya untuk menyemprotkan Bobby dengan asiknya. Dan memang lebih efisien kelihatannya jika tak ingin si korban harus ribet-ribet mengganti pakaiannya. Tak seperti yang mungkin kita telah ketahui, dengan mencaplokkan telur, tepung, air kotor, dan lain-lain yang jorok-jorok. Jadinya kan harus membuat si korban menjadi kebingungan dengan pakaiannya, rambutnya, dan bau amis yang ada. Tapi tetap seru juga sih.... ^^

Terakhirnya, seperti biasa, Bon pun diberikan kepada kami yang sudah menikmati segala fasilitas yang telah tersedia. Dan wow!! semuanya berjumlah lebih dari 800ribu rupiah coy!! Hampir sejuta mamen!! Mantap kan?!

Yang tadinya beberapa dari kami memiliki muka penuh dengan tawa, tubuh yang sedang terpacu adrenalinnya, dan pikiran serta perasaan yang relaks, tiba-tiba saja berubah drastis dengan menjadi serius. Soalnya memang kami tak memperhitungkan terlebih dahulu tentang jumlah uang yang akan dikeluarkan. Ketidaktahuan dan kenekatan telah membuat isi kocek kami menjadi berkurang drastis. Gua pun demikian.... :(

Alhasil, dengan bantuan dari Elizabeth, Richard, dan beberapa orang yang sepertinya sudah terbiasa soal keuangan, akhirnya dapat terkumpul juga uangnya. Dan kira-kira pada pukul 6 sore, kami pun bisa pulang seperti merasakan sebuah kebebasan.

Tak apa deh berakhir seperti itu. Toh memang suatu pengalaman itu tak seharusnya merasakan kesenangan di tiap detiknya. Pasti ada saja yang tidak enaknya. Yang penting adalah tadi itu kami seperti benar-benar menampilkan beranekaragam emosi.

Sepulangnya dari sana, tenggorokan gua yang sedang sakit harus merasakan lebih sakit lagi karena dari tadi gua teriak-teriakan melulu saking sudah terlalu terpengaruh dengan kegilaan semua teman-teman gua. Bahkan malah sampai membuat gua jadi korban keganasan mereka. Seperti ada yang sampai memoleskan banyak sekali bedak dan roti coklat ke muka gua. Benar-benar heboh dan mantap dah hidup gua hari ini! Hahaha....

Terima kasih ya untuk semua teman-teman kampus gua yang pada hari ini benar-benar membuat gua menjadi bisa have fun habis! Semoga sampai semester berapa pun kita masih bisa tetap bersama-sama ya.... Melakukan banyak hal yang gila lagi! :p

Dan tak lupa juga gua berterima kasih dengan para pelayan-pelayan yang di Kafe Strawberry tersebut, yang boleh dibilang sangatlah gaul dan sepertinya memang sudah ter-setting seperti itu. Khususnya untuk 1 pelayan laki-laki yang dari awal sampai akhir menemani kami dengan sikapnya yang unik dan iseng banget. Daritadi saja gua juga dikerjai olehnya. Untungnya sih gua tuh orangnya suka bawa have fun aja (wedeh :p), jadinya gua ikutin aja dah semua sikapnya yang memang lucu, gaul, dan penuh misteri tersebut.

Punya teman atau relasi banyak itu memang tak ada ruginya deh.... ^^



....Terima kasih....
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath