Kisah Pria 18 Tahun Yang Baru Bisa Naik Sepeda

Wow dah! Lagi-lagi gua tidak ngeblog selama berhari-hari lamanya. Hhh... sebenarnya semua ini bisa terjadi bukan karena gua sedang tidak ada inspirasi, tapi tentu saja karena telah kembali munculnya rasa "malas"! Ckckck.... Namun sekarang gua akan membunuhnya dengan memaksakan diri untuk menulis malam ini walau badan sudah seperti berteriak-teriak minta segera tidur. Hahaha... lanjutkan!

Oke, pada malam ini gua tidak akan menceritakan tentang apa yang sudah terjadi pada hari ini, tapi yang akhirnya telah terjadi di minggu kemarin. Yang pastinya seru banget deh! (semoga :) )

...

"Bersepeda" adalah hal yang paling mustahil untuk diri gua yang ada di masa lalu. Sangatlah buruk jika gua ingat-ingat kembali tiap kenangan tentang masa dimana teman-teman sebaya gua mulai melepaskan dua roda dari sepeda roda empat mereka. Soalnya, gua akan menjadi sulit untuk bisa bermain dengan mereka sebab masih belum bisanya gua untuk mengendarai sepeda roda dua.

Karena rasa malu untuk belajar lah-yang bisa jadi alasan kenapa sampai lulus kuliah itu gua masih belum bisa naik sepeda roda dua. Padahal orang tua gua sudah pernah mencoba untuk memberikan gua beberapa jalan keluar, seperti disuruh belajar naik sepeda pada waktu malam, dan sebagainya. Tapi sayang, rasa malu atau gengsi gua itu sangatlah besar dulu, jadinya memang susah untuk gua bisa menjadi "orang maju".

...

Untuk pertama kalinya gua belajar naik sepeda, yaitu saat sudah memasuki perkuliahan di semester 1. Waktu itu nyokap menyuruh gua untuk belajar dengan menggunakan bekas sepedanya yang sebenarnya sudah diberikan ke saudaranya. Jadi gua hanya bisa memakainya untuk beberapa hari saja karena sudah menjadi barang pinjaman. :(

Ceritanya, dengan agak malu dan khawatir-awalnya itu gua menenteng si sepeda sampai ke tempat tujuan yang dimana lumayan sepi, sehingga gua bisa belajar dengan leluasa tanpa harus dilihat orang, yaitu di lapangan rumput belakang blok O.

Setelah sampai, gua langsung mencoba mengendarainya dengan hasil yang bisa dikatakan berupa: "kegagalan pasti". Ternyata gua masih belum menyeimbangkan diri atau bersatu dengan si sepeda saat sedang berada di atasnya. Hhh... sungguh hal yang paling sulit untuk gua terima. Untung saja orang-orang tidak melihat adegan "hampir jatuh"nya laki-laki berumur 18 tahun ini secara berkali-kali saat sedang berusaha mempelajarinya. Gawat banget!

Namun gua terus mencoba-dengan menggoes, melakukan dorongan, memegang stang dengan benar, dan lain-lainnya. Hingga akhirnya.............. GUA BERHASIL MENGENDARAINYA!!

Hati gua sangat senang waktu itu walau sebenarnya gua masih belum bisa menjalankannya dengan begitu lancar. Butuh kesabaran juga untuk mencoba belajar menggerakkan stang ke arah kanan dan ke kiri, karena terus-terusan terasa pengen jatuh sepedanya. 

Setelah akhirnya sudah lumayan bisa, gua pun langsung pulang dan mencobanya lagi besok dan seterusnya hingga gua terasa malas kembali-lalu berhenti.... (biasalah anak malas hehe)

Oh ya, pada tanggal 12 Oktober 2010, gua menyempatkan diri untuk membuat foto kenang-kenangan di lapangan rumput blok O tersebut. Soalnya nyokap gua bilang kalau sepedanya akan segera dikembalikan keesokan harinya. Jadi, saatnya lah kamera HP Sony Ericsson C510i gua mulai melakukan tugasnya. :p




***

Setengah tahun kemudian, berita menghebohkan telah membuat hati ini menjadi begitu gembira. Tiba-tiba saja nyokap gua mengumumkan kepada gua kalau gua akan segera memiliki sepeda baru. Dan pada waktu sepeda yang memiliki merek "United" berwarna putih dan bergigi serta memiliki harga yang lebih dari satu juta ini sudah sampai di depan mata gua, OMG! nyokap gua benar-benar kebangetan banget dah baiknya ke gua.... So Thanks to my lovely mother!!



Saat itu nyokap sempat bilang,"akhirnya kata papa dulu jadi kenyataan juga." Artinya adalah, sebenarnya pada waktu Alm.bokap gua masih hidup, beliau sempat bilang kalau gua akan dibelikan sepeda baru olehnya. Tapi nyokap gua terus melarangnya karena ia bersikeras menyarankan gua untuk belajar dengan menggunakan mantan sepedanya saja. Namun, sebuah kejadian akhirnya telah membuat  nyokap gua menjadi menggenapkan kata-kata Alm. Bokap gua tersebut. Karena sedang ada promo di salah satu Mall yang ada di Jakarta, yaitu: kalau beli tiga sepeda akan mendapatkan diskon, jadinya nyokap gua bersama saudara-saudaranya menjadi tergiur deh. Bisa dibilang kalau ini sungguh rancangan God yang hebat.... ^^

...

Sabtu, 24 April 2011, gua pun kembali menyempatkan diri ini untuk memotret diri gua yang sedang bersepeda dengan cara menjepitkan HP SE tercinta gua tersebut di kedua sandal gua. 




Tapi potretan gua kali ini tidak sedang berada di lapangan rumput belakang blok O seperti dulu, tapi di lapangan-lapangan kecil yang ada di dekatnya. Soalnya tanah lapangan rumput yang luas tersebut akan segera dibangun sebuah pusat pembelanjaan yang bernama "GRANDADAP CITY".





Ini adalah kenyataan yang cukup menyedihkan. Karena tempat yang biasanya suka dipakai untuk berolahraga tiap paginya, bermain bola tiap sorenya, dan belajar mengendarai motor tiap harinya, serta tempat yang pertama kalinya gua belajar naik sepeda, jadi harus dijadikan sebagai pusat bisnis para pengusaha. Tapi biarlah, namanya juga tanah mereka.... :(

Yang pasti adalah, akhirnya gua sudah bisa naik sepeda dan akan siap-siap untuk belajar naik motor. Nah setelah sudah bisa naik motor, gua akan menjadi mudah sekali untuk bekerja dan berkuliah. Alhasil, gua tidak akan kembali menjadi "orang ketinggalan".

Hhh... benar-benar seperti sudah membalaskan dendam di masa lalu! Dan dari semua kejadian yang telah gua alami ini-bisa dikatakan kalau sungguh tak ada kata telat untuk belajar apa pun juga.... Tetap do the best ajah dah intinya!! ^^

Terima kasih....
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath