Morning Glory: Perjuangan Si Produser Berita Pagi

Kembali lagi gua menulis saat jarum panjang jam di dinding sudah melewati si jarum pendek yang sedang terdiam di angka 12. Sekarang jam 00.20, dan gua sudah tak sabar sekali untuk membagikan sebuah resume yang terinspirasi dari satu film yang bagi gua sangatlah keren.

Gua harap kalian dapat menontonnya (bagi yang belum) dan merasakan kembali sebuah kehidupan yang penuh dengan semangat setelah membaca post blog gua kali ini.

Oke, film yang telah gua tonton pada pukul 10 malam tadi adalah:

"Morning Glory"



Seorang wanita muda bernama Becky Fuller(Rachel McAdams) yang workaholic atau pecandu kerja atau juga seseorang yang lebih memprioritaskan karirnya, tiba-tiba saja dipecat dari pekerjaannya yang adalah sebagai produser di suatu acara berita pagi hari. Kejadian tersebut bisa dikatakan sudah menjadi sebuah pukulan keras baginya karena ia tahu kalau dirinya sudah bekerja dengan begitu rajin dan lama sekali di lembaganya itu. Tapi Bosnya sudah mengambil keputusan untuk menggantikannya dengan orang yang katanya lebih berpengalaman dan telah bekerja di lembaga ternama.

Hebatnya, hal itu tak membuatnya menjadi terus-terusan terpuruk. Ia pun berusaha melamar ke banyak perusahaan yang sedang membutuhkan produser berita pagi karena ia memang suka di bagian tersebut. Hingga pada akhirnya ia berhasil mendapatkannya.

Namun, sebuah tantangan baru mendatanginya. Ia harus beradaptasi dengan lingkungan dan komunitas barunya, serta ia juga wajib menemukan pengganti dari seorang pembawa berita, sebab di hari pertamanya bekerja-ia telah memecat salah seorang pembawa berita yang memiliki sikap tak baik.

Saat ia telah menemukannya(Harrison Ford), ternyata makin banyak lah masalah-masalah yang harus dihadapinya. Diantaranya adalah acara beritanya yang bernama "Daybreak" terancam akan ditutup, si pembawa berita barunya yang sangat sombong, egois dan susah untuk menikmati pekerjaannya, dan lain-lain.

Mau tak mau, ia harus menghadapinya dengan bekerja lebih keras lagi. Hingga muncullah ide-ide baru yang kreatif dari benaknya yang ternyata mampu mengubah banyak hal, seperti menaikkan rating banyaknya penonton, dll.

Semua kejadian buruknya pun menjadi tak kebetulan baginya, karena hal-hal tersebut lah yang pada akhirnya bisa mengubah kehidupan dan pola pikirnya menjadi baru.

***

Hal lain yang membuat film ini menjadi begitu pantas ditonton selain memiliki cerita yang menarik adalah, terdapatnya 4 pemain yang begitu terkenal dan mendunia. Yaitu: Rachel McAdams (Sherlock Holmes), Harrison Ford (Indiana Jones), Diane Keaton (peraih banyak penghargaan, bahkan pemenang Oscar ), dan Jeff Goldblum(Jurrasic Park). 

Dan juga, film yang si penulisnya juga pernah menulis di film "Devil Wears Prada" ini memang benar-benar luar biasa dalam hal menghibur dan memotivasi. Soalnya, selain memiliki alur cerita yang oke, ada banyak sekali momen yang dapat membuktikan kalau kita semua itu "bisa" untuk berbuat luar biasa.

Film ini pun memberikan pada gua sebuah ingatan kembali kalau tanpa adanya orang-orang sekitar yang ada di dalam kehidupan gua sampai sekarang, gua bukanlah apa-apa. Hanya seorang manusia yang tidak berdaya dan juga tidak berguna. ^^

...

Seperti habis mendapatkan sebuah pakaian baru yang mahal dan cocok sekali untuk dikenakan, itu lah yang gua rasakan sekarang. Gua pun tak sabar untuk melakukan aktifitas-aktifitas nanti pagi di kampus dengan penuh semangat.

Sudah cukup untuk gua yang selalu merasakan kesedihan, kemalasan, dan kebodohan di minggu-minggu kemarin. Sekarang lah saatnya untuk memperbaiki kembali segala yang ada. Agar dapat lebih menikmati kehidupan ini meski selalu terjadi perubahan-perubahan yang tidak gua sukai, seperti merasakan jauhnya seseorang yang dulunya pernah dekat dengan gua.

Tapi meskipun nantinya gua akan kembali mengalami kesedihan dan semacamnya yang dapat membuat gua menjadi malas ngeblog lagi, gua tak akan menyalahkan diri gua sendiri ini. Karena memang hal tersebut juga akan selalu menjadi bagian dari kehidupan. Yang terpenting sih, kita nikmati saja.... ^^

Semangat!!

Terima kasih....
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath