The Duchess: Love, Boy, and Fashion

Kehilangan seorang sahabat adalah hal yang paling buruk yang pernah gua rasakan....

Tapi gua tak akan membicarakan tentang yang namanya kehilangan seorang sahabat. Pada tengah malam ini gua ingin sekali menceritakan sesuatu yang sepertinya sudah sering gua lakukan di blog ini. Yaitu menulis dari hasil pemikiran gua lewat sebuah film yang barusan gua tonton. Yang dimana masih sangat melekat di benak gua tentang apa yang harus gua tuliskan dari isi film tersebut.

Lagi-lagi gua menonton sebuah film yang memiliki latar dan waktu pada saat masih berbentuk kerajaan di Inggris. Setelah "Elizabeth: The Golden Age" dan "The Other Boleyn Girl", lalu sekarang adalah "The Duchess". Yang bercerita tentang kehidupan dari istri seorang Duke of Devonshire.



Georgiana (Keira Knightley), tiba-tiba saja diminta untuk dijadikan istri dari seorang laki-laki yang memegang gelar bangsawan tertinggi, bernama William. Ia pun terlihat gembira karena pikirannya yang positif berkat bantuan dari ibunya juga. 

Namun ternyata tak seperti apa yang ia bayangkan. Malam pertama saja terlihat kalau William hanya seperti robot yang sedang melakukan kewajiban seorang suami. Tanpa cinta dan perasaan sedikit pun. 

Kehidupan Georgiana yang sering dipanggil "G" malah menjadi lebih merana karena ketiadaan cinta dari seorang suami sewaktu ia belum bisa melahirkan anak laki-laki selama enam tahun. Di dalam cerita, ia sudah melahirkan dua anak perempuan dan sempat pernah dua kali keguguran yang kedua-duanya adalah anak laki-laki.

Hingga muncullah Bess Foster, yang ternyata bisa menjadi sahabatnya. Tapi yang juga memiliki rencana lain, yaitu mengambil hati William untuk dapat mengambil kembali ketiga anak laki-lakinya dari jeratan suaminya yang kejam. Ia pun berhasil, dan Georgiana makin sulit menjalani kehidupannya.

Namun di dalam hidupnya, ia berhasil bertemu dengan seorang laki-laki yang dimana mereka berdua sama-sama saling mencintai. Laki-laki tersebut memiliki pangkat yaitu sebagai perdana menteri, yang berhasil diraihnya berkat bantuan dari kemampuan menarik perhatian publiknya Georgiana. Tapi, untuk yang ke sekian kalinya, selalu saja ada yang merusak. Tiba-tiba saja William menjadi marah dengan tak akan melepaskan Georgiana ke tangan siapa pun walau ia sendiri pun sudah meniduri Bess.

Akhirnya Georgiana sadar kalau kesetiaan, pengabdiannya terhadap rakyat, dan kelahiran seorang anak laki-laki adalah yang paling terpenting ketimbang mengurusi masalahnya sendiri....

...



Banyak hal menarik yang ingin gua ceritakan lebih lagi di dalam blog gua ini dari film tersebut. Namun yang paling menarik adalah karakter si G ini. Ia ternyata sangat suka dengan politik dan fashion. Ia pun sempat dipanggil oleh masyarakat sekitar sebagai The Duchess yang paling fashionable. Ia benar-benar The Duchess yang sangat entertaining. Semua pakaiannya bisa menjadi ikon banyak orang baik itu sekarang maupun dulu.

Michael O'Connor yang adalah sebagai penata busana pun telah memenangkan OSCAR. Gua sendiri juga merasa yakin sekali kalau ia dapat menang karena kostum yang ditampilkan dari film ini benar-benar sangatlah menarik semua, khususnya untuk semua yang dipakai oleh Georgiana.

Yang pasti, lewat film ini-kita bisa menangkap sisi lain dari sebuah kehidupan yang tak selamanya selalu mengikuti keinginan hati.... ^^



....Terima kasih....
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath