Tentang Film "Dunkirk"

Christopher Nolan is back! Bersama dengan teman sejawatnya, Hans Zimmer, sang pencipta score nan megah dan menegangkan, selalu cocok dengan semua film karya Nolan yang mahal. Setelah bermain di luar angkasa di Interstellar, kali ini Nolan memfokuskan filmnya pada sebuah proses evakuasi era perang dunia ke-2 di pantai Dunkirk, Perancis.



Di awal cerita, kita akan bertemu terlebih dahulu dengan tentara muda, Tommy (Fionn Whitehead) bersama dengan rekan-rekannya yang akhirnya meninggal karena diserbu oleh tentara Jerman. Tommy pun berhasil lepas dari kejaran musuh dan masuk ke pantai yang masih dijaga ketat oleh tentara Inggris dan Perancis. Namun siapa sangka, pantai tersebut sanggup menjadi sasaran empuk tentara Jerman karena keterbatasan senjata dan bala bantuan di udara maupun di air. 300 ribu tentara hanya menunggu untuk diantar pulang ke rumah.

Bagian awal tadi disebut sebagai "The Mole", kisah perjuangan 300 ribu tentara di dermaga. Kemudian kita akan melihat pertempuran di udara (The Air) dengan Pilot Farrier (Tom Hardy) sebagai pemimpinnya. Ia bersama dengan dua pilot lainnya siap untuk mengamankan misi evakuasi tersebut meskipun pesawat musuh lebih banyak dari mereka. 

Terakhir, ada kisah di lautan (The Sea). Mr. Dawson (Mark Rylance) bersama dengan anak dan perahu layarnya pergi ke dermaga tersebut untuk membantu juga dalam proses evakuasi. Ia adalah contoh warga biasa yang memiliki jiwa patriotisme.




Melalui tiga plot cerita ini, kita akan merasakan sebuah proses evakuasi yang penuh dengan bahaya. Tiap detik adalah ancaman bagi para tokohnya. Yang kita lihat adalah semua serangan tanpa ampun dari tentara Jerman. Meskipun rated nya PG13, tidak seperti karya Steven Spielberg yang penuh dengan potongan tubuh tentara, tapi Nolan berhasil mempermainkan adrenalin kita melalui psikologis para tokohnya.

Jelas ini sangat beda dari karya Nolan seperti Batman dan juga Inception. Dunkirk sangat minim dialog dan pendalaman karakter. Kita tak akan melihat latar belakang dari semua tokohnya disini, meski kita sangat kenal dengan Harry Styles dengan rambut pendeknya sebagai tentara Inggris. Sejak awal film, isi layar hanya akan membahas mengenai semua yang terjadi pada saat evakuasi itu. Dan score dari Hans Zimmer terus bermain memberikan rasa tegang ke para penontonnya. Tak ada bumbu-bumbu cinta disini. Yup, semua pemainnya adalah laki-laki, yang siap mati.


Secara keseluruhan, mungkin Dunkirk tak selevel dengan karya Nolan lainnya. 2 level di bawah film-film lainnya menurut saya. Namun tetap bagus dan memorable. Apalagi film ini diangkat dari kisah nyata, sehingga pesan yang mungkin ingin disampaikan Nolan sangat lah dapat. Bahwa semua tentara ingin segera pulang ke rumah

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath