Kembali Hadir

Jeritan hati kembali mengganggu. Pikiran kreatif untuk membuat puisi kembali hadir. Apa yang telah terjadi? Hati yang sudah bebas nyatanya kembali di penjara. Membawa petaka untuk hari hari yang tak berdosa ini.

Maafkan saya yang kembali curhat. Karena satu rasa yang kembali datang. Semuanya adalah serba kembali. Di usia yang sudah mencapai 25 tahun ini, kata tersebut adalah nista. Kenangan lama akan teringat, dan keputusan besar harus segera dibuat. Untuk mencapai ketenangan jiwa.

Yah, ini adalah kelemahan besar saya. Sangat besar malah. Sesuatu yang sudah saya rasakan sejak kecil, dan berhasil menghancurkan hari hari produktif saya. Oleh karena hati ini kembali diambil oleh seseorang yang tiba tiba hadir. Salahnya adalah di sebuah tempat yang tak seharusnya terjadi. 

Dua hari ini adalah saksi. Batin saya tak sekalipun tenang. Benar benar kacau tak terelakkan. Kegiatan matang dan produktif yang seharusnya saya lakukan pada dua hari ini, semuanya menghilang. Yang ada hanyalah "mengkhayal dan berpikir". Tentu ini adalah penyakit kronis. Saya masih punya tujuan hingga akhir tahun ini, dan kejadian ini merupakan tantangan paling besar untuk mencapai itu semua.

Kacau!

Yah, cara menulis saya mengenai deskripsi rasa memang terlihat beda sekarang. Semoga saja sudah tak terasa alay. Deskripsi seperti ini harus saya pertahankan, karena blog ini akan terus membahas mengenai kelemahan besar saya. Selain mereview film tentunya.

Jika ada yang sudah membaca blog saya yang dulu, mungkin akan tahu mengenai kerusakan fatal apa yang akan terjadi pada saat kelemahan besar saya ini muncul. Salah satunya adalah keluar dari Gereja. Saya benar benar tak kuasa untuk menahan diri di suatu tempat yang berisi orang yang saya suka. Definisi sukanya pun sudah mencapai di tingkat parah, karena banyak kejadian gila yang sudah terjadi antara saya dengan dia. Sama seperti yang sekarang, ada banyak hal yang sudah membuat saya menjadi baper parah. Bahkan bapernya sampai detik ini.

Jikalau dada saya berasa sesak, dan pikiran terus memikirkan dia, itu tandanya adalah petaka. Tulisan WARNING besar sudah berada di otak saya sejak 3 hari yang lalu. Saya tak tahu akan sampai berapa lama saya akan bertahan dengan keadaan ini.

Oh Tuhan, ini kacau!

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath