Tentang Film Justice League

Memang benar, tak ada kata terlambat untuk apa pun. Kompetisi antara MARVEL dan DC masih berlanjut. Meskipun sudah berjarak 5 tahun, akhirnya squad team para super hero ala DC menyusul. Namun yang menjadi taruhannya disini adalah, apakah hasilnya akan sama atau lebih baik atau bahkan lebih buruk dari MARVEL? Jikalau sudah menonton Batman V Superman, pasti tahu jawabannya.


Justice League, bisa dikatakan penuh tokoh yang lebih dikenal ketimbang MARVEL, yaitu Superman (Henry Cavill), Batman (Ben Affleck), Wonderwoman (Gal Gadot), The Flash (Ezra Miller), Aquaman (Jason Momoa), dan Cyborg (Ray Fisher). Berkat kematian Superman dan sekilas penglihatan dari Bruce Wayne, akhirnya para tokoh super tersebut berhasil ditemukan. Hal ini dikarenakan sang Dewa baru telah bangkit, Steppenwolf (Ciaran Hinds).

Dikatakan, Steppenwolf merupakan penghancur dan penguasa bumi, berkat tiga 'mother box' miliknya. Setelah ia dan antek-anteknya, Parademons, dikalahkan oleh manusia, dewa dan alien, tiga 'mother box' tersebut diambil dan disembunyikan di bumi.




Kita akan bertemu kembali dengan Themyscira, rumah dari suku Amazons, tempat lahirnya Diana Prince. Karena salah satu mother box berada disana. Kemudian, Atlantis, rumah Aquaman dan Queen Mera di kerajaan bawah laut. Steppenwolf berhasil mengalahkan mereka dan mengambil apa yang menjadi miliknya sedari dulu.

Berikutnya ada Barry Allen aka The Flash dan Victor Stone aka Cyborg. Kedua tokoh ini diperkenalkan sekilas sebelum akhirnya film perdana mereka masing-masing muncul. Sama seperti Aquaman.

Pada saat mereka semua mau berkumpul, mungkin disitu letak masalahnya.


Sorry to say Zack Synder (Director), The Avenger tetap duduk di posisi pertama untuk urusan squad team ini. Jikalau Synder ingin buat sekuel dari 300 dan Sucker Punch, pasti akan cocok dengan 'tone' filmnya. Tapi 'tone' tersebut malah dibawa ke Justice League. Rasanya tak enak untuk dilihat.

Tentu saja, karakter DC memang harus lebih dark ketimbang MARVEL yang penuh warna. Tapi alangkah baiknya jikalau 'tone' ala Christopher Nolan yang diambil disini. Trilogi Batman atau The Dark Knight besutan Nolan sudah menang di semua sisi. Oleh karena itu, semua umat sangat menantikan munculnya tokoh-tokoh DC lainnya.

Padahal penampilan semua tokoh super disini sudah sangat keren, seperti The Flash dengan listrik birunya, lalu Cyborg dengan badan robotnya (seperti Iron Man), dan Aquaman, yang belum kembarannya muncul di MARVEL. Kehadiran perdananya bersama Queen Mera (Amber Heard), bertempur di bawah laut sudah sangat dinantikan!



Tapi mengapa tampilannya seperti 'Sucker Punch' nya Synder? Pertama, serasa tidak real. Lalu naskahnya super lembek. Pembicaraan antar para tokoh tidak blended.

Untung saja DC mengambil Amy Adams sebagai Lois Lane. Wanita pemenang OSCAR ini akan selalu menjadi pusat perhatian meskipun hanya berperan sebagai wanita biasa yang berhasil mengambil hati Clark Kent aka Superman.

Semoga saja Justice League kedua nanti tak mengecewakan (entah berapa tahun lagi). Apalagi di akhir credit title sudah muncul Deadshot dan Lex Luthor yang siap membuat villain team barunya. Aneh.

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath