Agatha Christie: Murder on The Orient Express

Selain Sherlock Holmes, Hercule Poirot juga tak kalah tenar di kalangan pecinta misteri. Karakter ciptaan Agatha Christie ini nyatanya masih mampu mengambil hati masyarakat berkat kejeniusannya memecahkan sebuah kasus. Salah satu kasusnya yang sulit dilupakan adalah saat dirinya sedang berada di kereta Orient Express. Seorang pria meninggal dengan belasan luka tusukan.


Setelah kasus yang terjadi di Yerusalem, detektif asal Belgia yang memiliki kumis super aneh ini memutuskan untuk rehat sejenak. Ia pun bertemu dengan sahabatnya, Bouc (Tom Bateman), direktur dari Orient Express yang menawarkannya kamar di dalam keretanya tersebut.

Mungkin memang sudah nasib, Poirot (Kenneth Branagh) selalu bertemu dengan kasus. Di tengah perjalanan, Samuel Ratchett (Johnny Depp) meninggal dengan mengenaskan. Disaat itu juga, kereta yang ditumpanginya harus mengalami kecelakaan oleh karena tumpukan salju yang longsor, sehingga perjalanan Poirot dan semua isi penumpang jadi terhenti selama beberapa hari.

Bouc yang tak ingin memperlama masalah ini, lantas langsung meminta sahabatnya tersebut untuk memecahkan masalah. Poirot yang malang pun harus melupakan liburannya lagi, dan sedikit demi sedikit mulai mengisi puzzle-nya.



Semua isi penumpang adalah tersangka yang belum dikenal Poirot. Ada Pilar Estravados (Penelope Cruz), wanita yang fanatik dengan agamanya; Pria rasis, Gerhard Hardman (Willem Dafoe); Princess Dragomiroff (Judi Dench), nenek kaya dengan paras kasar; Hector MacQueen (Josh Gad), sekretaris Ratchett berbadan gempal; Dr. Arbuthnot (Leslie Odom Jr.), seorang dokter kulit hitam satu-satunya di dalam kereta; Ibu-ibu cerewet, Caroline Hubbard (Michelle Pfeiffer); Mary Debenham (Daisy Ridley), sekilas seperti kekasih dari Dr. Arbuthnot; Hildegarde Schmidt (Olivia Colman), asisten pribadi Princess Dragomiroff; Edward Henry Masterman (Derek Jacobi), pria paruh baya yang sedang terkena penyakit mematikan; Countess Helena Andrenyi (Lucy Boynton) dan Count Rudolph Andrenyi (Sergei Polunin), sepasang kekasih yang selalu berada dalam kamar di kereta.

Banyak sekali tersangka, dan mereka semua memiliki rahasia masing-masing yang bisa menjadi petunjuk mengenai pembunuhan ini. Poirot pun mendapatkan motif kuat soal masa lalu dari Ratchett, dan menghubungkannya dengan kejahatan tak termaafkan yang sudah dilakukan olehnya.


Bertaburan bintang, adalah kata utama untuk menggambarkan film ini. Sebagai adaptasi novel plus reboot ke-4, memang akan berdosa sekali jikalau film sekelas Agatha Christie ini diisi oleh para pemain abal-abal. Sebagai sutradara, Branagh juga bisa dibilang rakus, karena muncul sebagai pemain utamanya disini, Mr. Poirot.

Secara visual, Orient Express tergambar sangat sangar. Kejahatan dalam kereta di tengah badai salju terlihat jelas disini. Hanya saja, narasi yang terbangun tak begitu kuat. Tiap dialog yang diucapkan terasa membosankan. Untung saja ada pemain-pemain hebat seperti Judi Dench hingga aktris naik daun, sang Jedi, Daisi Ridley. Mereka membuat tokoh-tokohnya menjadi tak kaku.



Kejutan memang akan kita lihat di akhir cerita, tentang siapa sang pembunuh yang asli. Dan jelas ini sangat mengejutkan. Sangat berbeda dibandingkan dengan kisah detektif yang kita lihat selama ini. Sebagai orang yang belum membaca novel dan menonton film Agatha Christie ini, twist yang muncul memang sangat cemerlang. Sungguh membodohi semua penonton yang selalu melihat adegan detektif yang konvensional.

Meski kurang puas, tapi selalu ada kenikmatan untuk melihat sebuah kisah misteri. Bagi teman-teman yang ingin melihat kisah Agatha Christie yang lain, diwajibkan menonton "And Then There was None", mini seri yang sudah TOP Markotop! Harus dan kudu untuk langsung menontonnya!

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath