Mini Seri: The Night Of

Bukan rahasia lagi, masyarakat Amerika keturunan Arab adalah minoritas yang sangat dikucilkan dan dicap negatif, karena kejadian terorisme yang banyak terjadi di negeri paman Sam tersebut. Perlakuan main hakim sendiri tak jarang dilakukan hanya karena tampilan dan kepercayaan yang berbeda. Ketika isu ini dieksploitasi menjadi sebuah tontonan, rasa kemanusiaan ternyata dapat terpanggil dan pikiran yang tertutup dapat terbuka lebar.


Seorang mahasiswa keturunan Pakistan, Nasir 'Naz' Khan (Riz Ahmed) mengalami malam yang sangat sial. Awalnya ia berencana ingin datang ke pesta yang diadakan temannya, namun ia malah bertemu dengan seorang wanita cantik yang ingin terus berada di dekatnya, Andrea Cornish (Sofia Black-D'Elia). Bahkan Nasir sampai dibawa ke rumahnya dan bercumbu. Seperti mimpi di siang bolong, Nasir yang pendiam sangat bahagia telah melewati petualangan unik di dalam hidupnya itu. Tapi nyatanya, ia berakhir menemukan tubuh Andrea yang sudah tak bernyawa dengan belasan tusukan di sekujur tubuhnya.

Nasir yang panik, langsung kabur tanpa memikirkan banyak hal lagi. Namun kesialan terus membuntuti Nasir. Mobilnya ditilang, hingga akhirnya tertangkap basah kalau ia sedang menyimpan senjata pembunuhan yang kemudian ditangkap tanpa basa-basi.



Malam yang menyiksa itu dapat kita temukan di episode 1 & 2. Kejadiannya begitu mengetuk rasa simpati kita meski kita hanya bisa terus menontonnya agar tahu nasib akhir Nasir.

Dalam proses menentukan nasib akhirnya, Nasir pun bertemu dengan John Stone (John Turturro), pengacara yang selalu mondar-mandir di kantor polisi dengan harapan mendapatkan tersangka yang bisa menafkahi hidupnya. Seperti pengemis, ditambah penyakit kakinya yang buat semua orang menjauh. Namun John tetap mendatangi Nasir dan berniat membantunya.

Disini John harus melawan Dennis Box (Bill Camp), detektif profesional yang sebentar lagi mau pensiun. Ia menjadikan kasus Nasir sebagai kasus terakhirnya. Dennis juga dibantu oleh Helen Weiss (Jeannie Berlin), Jaksa Wilayah yang menangani kasus Nasir. Dalam pikiran mereka, Nasir tetap adalah sang pembunuh, banyak sekali bukti yang mengarah pada dirinya.




Nasir yang malang pun harus menempuh jalur hukum yang membuatnya jadi dipenjara. Kehidupan kampusnya langsung berubah 180 derajat. Ia malah bertemu dengan para kriminal kelas kakap yang siap melahap dirinya. Nasir tak pernah menyerah, ia akhirnya mau beradaptasi dengan lingkungan.

Selain Nasir, kehidupan keluarganya juga hancur berantakan. Ibunya, Safar Khan (Poorna Jagannathan), memiliki pikiran yang berbeda dengan ayahnya, Salim Khan (Payman Maadi). Safar merasa kalau anaknya memang pembunuh dan benci dengan kehidupannya sekarang. Sedangkan Salim, terus berusaha mendukung Nasir meski harus bertengkar dengan teman-temannya sendiri.

Hanya pengacara yang mampu membantu Nasir dalam kasus ini. John Stone selalu memaparkan dengan jelas mengenai apa saja hal yang harus dilakukan Nasir di depan para penegak hukum. Dimulai dari pakaian hingga kata-kata yang akan dilontarkannya. John Stone juga dibantu oleh Amara Khan (Chandra Kapoor), pengacara muda yang tiba-tiba saja harus mengambil kasus Nasir ini.


Dimulai dari malam berdarah yang tak terlupakan hingga masuk ke proses hukum yang begitu rumit. Semuanya berlandaskan unsur kepercayaan, baik di keluarga dan di sosial. Ketelitian dalam kasus seperti ini sangat diperlukan, atau nasib Nasir akan berakhir di tiang gantung. Banyak sekali orang yang membenci Nasir pada saat itu. Dan tentu saja makin benci dengan keturunan Arab di daerah tempat tinggal Nasir.

Mini seri di HBO yang mengambil salah satu episode dari Criminal Justice ini, nyatanya mampu menjadi nominator di Golden Globes. Baik itu dari cerita dan para pemainnya, mereka sama-sama saling mendukung. Melalui 8 episode, kita akan melihat bagaimana karakter Nasir terbangun menjadi orang yang baru. Dari penakut menjadi yang ditakuti, adalah goal Nasir.

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath