Tentang Film "The Greatest Showman"

Drama musikal, circus, dan Hugh Jackman. Sepertinya akan menjadi tontonan yang membosankan meskipun tak ada yang meragukan kemampuan bernyanyi Jackman setelah penampilannya di Les Miserables. Wolferine yang sudah pensiun ini pun kembali unjuk gigi bertransformasi seutuhnya menghilangkan citra si cakar besi. Dan hasilnya ternyata sanggup menggoyangkan hati para penonton lagi! (kecuali para kritikus di Rotten Tomatoes).


Balik ke dua abad sebelumnya pada waktu Phineas Taylor Barnum (Hugh Jackman) masih kecil dan miskin, serta berjuang tuk mendapatkan perempuan tercintanya, Charity (Michelle Williams). Hingga akhirnya ia dewasa dan berhasil menikah dengannya.

Namun kenyataan tentu tak semudah rasa cintanya. Karena Barnum harus menghidupi istri dan kedua anaknya. Dalam proses bertahan hidup, ia pun mendapatkan inspirasi untuk membangun sebuah circus yang tentu saja berisikan manusia-manusia dengan fisik yang unik. Dan ternyata, banyak orang yang sangat menyukai pertunjukan dari Barnum ini. 

Ada yang suka dan yang tak suka. Di koran, ia dikenal sebagai 'sang penipu besar' karena menampilan sebuah tipuan. Di luar gedung, banyak orang yang protes dengan kehadiran para manusia aneh tersebut.

Di kala Barnum berada di atas angin, masalah yang dihadapinya bukan lagi orang-orang di luar sana. Ego karena masa lalu terus menghantui Barnum hingga ia lupa tujuan awal mengapa ia mendirikan circus.



Perlu diakui, semua lagu yang ditampilkan di film ini sangatlah luar biasa menghipnotis. Setiap lirik yang dilantunkan selalu menyentuh sisi emosional. Selain Hugh Jackman, kita akan mendengar kembali suara merdu dari Michelle Williams, lalu alumni dari Disney: Zac Efron dan Zendaya; Rebecca Ferguson pun yang berperan sebagai Jenny Lind juga sudah memekakkan panggung pertunjukan, padahal ia belum pernah terlihat bernyanyi di film-film sebelumnya.

Namun, karena sang penulis (gue) sangat lah mengerti apa arti dari 'perbedaan', penampilan para 'freak show' tetap lah nomor satu. Lantunan "This is Me" sungguh berada di puncak, dan semoga lagu ini menang di ajang penghargaan Golden Globes nanti.


Meski banyak kritikus yang tak suka dengan alasan yang berbeda-beda, tapi untuk sebuah tontonan layar lebar, The Greatest Showman tetap tak mudah dilupakan. Apalagi sang penulis sendiri, Jenny Bicks dan Bill Condon, terinspirasi dari kisah nyata P.T. Barnum yang sangat terkenal di era itu.

Sang sutradara bau kencur, Michael Gracey, juga tahu, cerita circus sudah tak menarik di era sekarang. Dan untuk film pertama (benar-benar pertama!) yang ia sutradarai, Gracey hanya ingin menjual mimpi dan semangat bagi orang-orang yang berbeda. Dan ia berhasil untuk hal tersebut.

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath