Tentang Film Lady Bird

Hidup tak lepas dari pilihan dan usaha, serta 'jalan Tuhan'. Lady Bird adalah representatif kehidupan anak remaja yang tak lepas dari kegagalan dan kesuksesan. Seakan melihat diri sendiri, mungkin kamu juga akan menemukan beberapa momen yang cukup familiar dengan kehidupanmu pada saat menonton film ini.


Lady Bird adalah seorang anak SMA bernama Christine McPherson (Saoirse Ronan), yang sangat ingin dipanggil dengan sebutan tersebut. Ia adalah perempuan yang independent, tahu apa yang ia inginkan, dan memiliki pekerjaan sampingan. Di luar itu, ia adalah pembohong dan memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan ibunya, Marion (Laurie Metcalf).

Dalam menjalani masa remajanya, Lady Bird ditemani oleh Julie Steffans (Beanie Feldstein), sahabat baru di sekolah barunya (yup, ia adalah siswa pindahan). Ia dan Julie pun berpartisipasi dalam pentas teater, yang ternyata membuatnya bertemu dengan cinta pertamanya (Lucas Hedges)



Tak ada unsur cerita yang berat disini. Lady Bird adalah film yang sangat sederhana. Momen-momen yang diambil merupakan gambaran dari naik turunnya kehidupan kita pribadi, lebih tepatnya momen yang sama sekali tak kita inginkan. Seperti momen pertama hilangnya 'virginity' yang ternyata sangat tak indah, kemudian momen pada saat kita menyembunyikan background keluarga kita yang asli hanya karena malu terhadap teman-teman kita. Ada banyak momen yang familiar yang pasti dirasakan oleh kehidupan remaja. Namun film ini memberitahukan kalau itu adalah hal yang normal, semua orang sudah merasakannya.

Oleh karena kesederhanaan tersebut, film ini menjadi enak untuk diikuti. Kita tak perlu berpikir keras. Kita cukup memasukkannya kedalam emosi kita, mencapai di tahap nostalgia, dan tersenyum sambil berkata,"itu gue!"

Lucunya, kita tak akan menemukan hal yang bahagia banget atau sedih banget disini. Tak ada eksploitasi yang berlebihan. Alur terus maju dengan smooth, memperlihatkan momen-momen tersebut secara bijak. Ending ceritanya juga tak jelas, antara bahagia atau sedih, kamu bisa putuskan sendiri.

Setelah menang di Golden Globes sebagai film comedy dan musikal terbaik, bersamaan dengan menangnya Saoirse Ronan sebagai pemeran wanita terbaik, film ini juga akan berkompetisi di ajang OSCAR bulan depan. Sepertinya Lady Bird akan kembali menang. Semua berkat Greta Gerwig, sang sutradara dan penulis yang perlu diakui, sangatlah hebat! untuk ukuran 'pemula'.

Ngomong-ngomong, dari semua momen nostalgia masa remaja yang ditampilkan. Hal yang paling mengena di kehidupan saya (sang penulis) adalah pada saat seorang ibu yang bawel dan kita benci karena hal itu, tiba-tiba saja ia menyetop seribu bahasanya dengan kita. Ah, saya tahu rasanya momen tersebut, sangat menyakitkan ketimbang mendengarkan semua ocehan sang Ibu! (sory curhat!)


Anton Suryadi

Independent but not a sociopath