Tentang Film Professor Marston and the Wonder Women

Superhero, feminisme dan equality, adalah gambaran telak sang tokoh "Wonder Women". Namun semuanya bisa berubah setelah menonton film ini. Khususnya bagi yang tak siap dengan hal-hal yang di anggap 'tak normal'. Mari kita temui sang creator dari superhero wanita nomor satu ini!


Sebelum William Moulton Marston (Luke Evans) menciptakan Wonder Women, ia pun berprofesi sebagai psikolog dan pengajar di Harvard dan Radcliffe, bersama dengan istrinya, Elizabeth Holloway Marston (Rebecca Hall). Dalam suatu kesempatan, Marston membutuhkan asisten untuk membantu beberapa studinya, dan Olivia Byrne (Bella Heathcote) terpilih untuk itu, yang ternyata ia juga merupakan keponakan dari Margaret Sanger, salah satu tokoh feminis terkenal dengan konsep birth control-nya.

Selain pintar, cantik, dan ketertarikannya terhadap psikologi, Olivia malah membuat perubahan besar bagi kehidupan mereka berdua, dan hal itu dimulai dari kejujurannya terhadap William dan Elizabeth mengenai perasaan aslinya. Yup, Olivia adalah biseks, dan ia sangat diterima oleh keluarga Marston dengan menjadi kekasih gelap mereka.

Sejak mereka bertiga tinggal satu atap hingga memiliki anak, barulah muncul inspirasi untuk menciptakan sebuah tokoh fenomenal yang sudah menjadi anggota Justice League kini.



Tak hanya permasalahan 'poligami' yang menjadi inspirasi William, tapi juga dari kehidupan seksual mereka yang mungkin aneh di era tersebut. BDSM adalah metode kesukaan mereka. Ada yang patuh, dan yang dominan, dengan segala perlengkapan seperti tali dan alat pukul, hal-hal seperti ini memperkuat kedekatan mereka bertiga. Setelah itu, barulah William terpikirkan untuk menulis cerita tentang Wonder Women.

Di era tersebut, yakni 1950-an, kehadiran Wonder Women memang menjadi pro dan kontra. Ternyata banyak sekali adegan nakal BDSM di dalam komik tersebut, berbeda dengan yang kita lihat di filmnya kini. Kecintaan kita terhadap Gal Gadot mungkin sedikit sirna jika tahu Wonder Women yang asli sangat lah berbau seksual.



Ditulis dan disutradarai oleh Angela Robinson, Professor Marston and the Wonder Women merupakan sebuah biografi nyata yang sangat mengejutkan. Padahal semua informasi mengenai asal mula Wonder Women ini ada di Wikipedia, tapi bagi yang malas baca (seperti saya), bisa langsung duduk dan menonton film ini. 

William, Elizabeth dan Olivia jelas merupakan tiga orang berani yang sudah bertahan di era dimana kehadiran mereka masih tabu di mata masyarakat. Meskipun dibenci oleh orang sekitar, tapi mereka jelas berhasil melewatinya. Dan tentu saja dengan mewarisi satu mahakarya yang sangat terkenal hingga saat ini.

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath