Tentang Film Darkest Hour

Jika Meryl Streep pernah menjadi 'The Iron Lady' - Margaret Thatcher; Daniel Day Lewis menjadi Abraham Lincoln; dan Helen Mirren menjadi Ratu Elizabeth II; Tahun ini pun kita akan bertemu dengan tokoh besar lainnya, Winston Churchill, Prime Minister dari Inggris yang diperankan secara luar biasa oleh Gary Oldman.


Sesuai dengan judulnya, film ini bercerita pada waktu Perang Dunia ke-2 bertepatan dengan diangkatnya Winston Churchill menjadi Prime Minister menggantikan Neville Chamberlain (Ronald Pickup). Adalah keinginan terpendam Churchill untuk mendapatkan posisi tersebut, meskipun banyak rekan kerjanya yang terpaksa dengan keputusan itu bahkan sampai Raja George VI (Ben Mendelsohn). Semuanya ragu apakah Churchill mampu memimpin Inggris di waktu yang sangat kelam tersebut.

Seperti masuk ke kandang singa dan keluar di rawa buaya, Churchill mendapatkan tekanan yang sangat besar. Dari awal sampai akhir kita akan terus melihat kekalahan Inggris dan negara-negara yang turut perang dengan Nazi Jerman, hingga klimaksnya saat pengeboman massal di Dunkirk. 

Dari internal, ia pun mendapatkan tekanan besar dari Viscount Halifax (Stephen Dillane) dan Chamberlain yang sangat ingin Churchill turun dari jabatannya. Mereka berdua merupakan penggagas dari surat perjanjian damai dengan Nazi Jerman.

Tak ada yang tahu apa inti dari film ini jikalau kita tak menontonnya hingga akhir. Makna apa yang sebenarnya ingin disampaikan. Namun secara elegan, kita akan langsung melihat 'Big Picture'-nya. Pada saat Churchill memutuskan untuk menaiki kereta api bawah tanah setelah mendapatkan kunjungan personal oleh sang Raja di rumah pribadinya, semuanya menjadi sangat jelas. 

Ini tentang 'siapa' rakyat Inggris.




Winston Churchill adalah representasi dari pemimpin yang tak sempurna, tak diinginkan, tapi sangat diperlukan pada saat perang. Karakter dan Ideologinya sangat kuat. Namun, jika kalian ingin mengenal Churchill lebih dalam, bisa langsung menonton 'The Crown' season 1 yah. Semua keburukan Churchill dipangkas habis di serial TV tersebut. Beda dengan 'Darkest Hour' ini, kita akan lebih banyak melihat semangat Churchill yang berapi-api dan sanggup menyalurkan efeknya ke seluruh rakyat Inggris di kala itu.

Disutradarai oleh Joe Wright yang berhasil memperlihatkan versi lain dari 'Atonement' yang juga sedikit menyisipkan perang Dunkirk, kemudian didukung oleh tulisan mahal Anthony McCarten yang juga pernah berhasil di 'The Theory of Everything'. Duo orang hebat ini telah sukses sampai mendapatkan 6 nominasi Oscar!

Dan sudah pasti, yang paling berhak mendapatkannya adalah Gary Oldman. Lewat make up dan pakaian gendutnya, ia pun berhasil memamerkan komunikasi verbal dan non verbal dari sang tokoh fenomenal tersebut. Setelah menang di ajang penghargaan Golden Globes, sudah pasti ia juga akan menang di Oscar. Saya dukung itu!



Anton Suryadi

Independent but not a sociopath