Tentang Film The Post

"The press was to serve the governed, not the governors."

Media massa kembali menjadi fokus utama Josh Singer, penulis yang berhasil memenangkan film "Spotlight" di ajang penghargaan Oscar dua tahun lalu. Kali ini ia bersama dengan sutradara kawakan, Steven Spielberg, mengangkat sebuah berita fenomenal mengenai Perang Vietnam pada tahun 1970-an.


Cukup lima menit di awal kita akan mengira kalau film ini akan berisi banyak perang berdarah antara tentara Amerika dengan Vietnam. Meskipun perang tersebut tetap berlangsung, tapi kita akan melihat sebuah 'perang' dari sisi yang berbeda. Senjatanya adalah surat kabar, dari rakyat yang menyerang pemerintahnya sendiri.

The New York Times memulai perang ini terlebih dahulu. Berkat dokumen rahasia hasil riset dari Robert McNamara (Bruce Greenwood) yang dicuri oleh Daniel Ellsberg (Matthew Rhys), skandal besar pemerintah Amerika Serikat menjadi ketahuan. Masyarakat pun turut protes besar, dan menginginkan perang tersebut segera dihentikan. Tapi pemerintah malah membawa hal ini ke pengadilan, dan menyebabkan surat kabar yang menerbitkannya bisa ditutup.

Di sisi kompetitor, Washington Post sedang mengalami penurunan pembaca. Selaku CEO, Katherine Graham (Meryl Streep), harus melakukan segala cara untuk tetap mempertahankan bisnis keluarganya ini, salah satunya dengan menjual saham perusahaannya. Dibantu oleh Ben Bradlee (Tom Hanks) sebagai Editor-in-chief, ia sangat menginginkan sebuah berita besar untuk mendongkrak jumlah pembaca. Dan pada waktu salah satu timnya, Ben Bagdikian (Bob Odenkirk) menemukan narasumber dari bocornya dokumen rahasia pemerintah tersebut, momen dilematis pun dimulai.

Keinginan untuk menyampaikan kelanjutan skandal tersebut ke publik menjadi terhenti karena pemerintah sudah terlebih dahulu mengintimidasi semua perusahaan publisher.


Bad news is a good news. Tentu saja itu benar, meskipun tidak ada yang menginginkan hal tersebut. Skandal politik sudah menjadi makanan yang enak bagi para pembaca di seluruh dunia. Karena efeknya sangat besar bagi masyarakat, seperti perang dengan Vietnam ini. Banyak sekali tentara Amerika yang gugur sia-sia hasil dari egoisnya pemerintah untuk memenangkan perang tersebut.

Sama seperti pada waktu The Boston Globe mengungkap skandal besar yang disembunyikan oleh Gereja terhadap para pendetanya yang sudah ketahuan melakukan pelecehan terhadap anak di bawah umur (dari film Spotlight). Ini adalah kejahatan terstruktur dan hanya publisher yang tak takut mati yang sanggup menyebarkannya ke publik.

Selaku CEO, Meryl Streep berhasil memerankannya dengan apik (lagi). Mimik takutnya terlihat jelas pada saat dilema besar yang harus dihadapinya. Berkat itu, ia kembali menjadi nominator sebagai aktris terbaik di OSCAR. Entah sudah berapa slot penghargaan yang diisi olehnya selama ini.


Berani adalah gambaran besar yang terlihat dari film ini. Mengungkap hal yang cacat dan sensitif dari pemerintahannya sendiri membuktikan sebuah prinsip yang berdiri tegak. Tak usah sungkan untuk jujur mengenai para presiden yang pernah dicintai oleh rakyatnya, seperti Kennedy dan Nixon, yang ternyata juga turut andil atas sifat egois untuk terus mengirimkan tentaranya ke kuburan mereka sendiri.

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath