Saya Kalah

Lokasi yang nyaman dan waktu yang tenang, itu lah yang sedang saya inginkan sekarang. Situasi yang cocok untuk sang introvert ini menulis. Meluapkan semua gundahnya lagi, lalu menghirup oksigen yang baru. Bersih dari momen yang suram, yang sedang menatap lebar, bahkan terasa sekali akan kehadirannya (nanti pagi).

Hari-hari ini memang terasa kurang menyenangkan. Banyak momen yang ternyata tak bisa saya sukai. Saya takut kalau saya akan merusak semuanya. Hal yang saya bangun bisa runtuh dalam sekejab.

Oleh karena itu, saya butuh berada di lokasi yang nyaman. Seperti puncak. Sambil memakai baju hangat, saya membuka laptop dan menulis dengan nikmat. Beda dengan saat ini, saya butuh menulis ketika ada hentakan dari satu lagu yang enak yang bisa buat saya meluapkan segalanya lagi.

Death with Dignity dari Sufjan Stevens, yang saya temui berkat soundtrack dari Game "The Awesome Adventures of Captain Spirit". Sangat menyenangkan. Tenang. Dan mengingatkan saya akan satu masa bahagia di masa lalu.

Saya ingin balik ke momen itu lagi. Please Tuhan. Balik ke masa remaja bersama dengan orang yang saya cintai. Sungguh sederhana. Ngobrol dan makan malam. Tak ada pertikaian. Tak perlu memikirkan hal buruk yang bisa terjadi berikutnya.

Masa-masa itu pernah ada. Dan tak bisa saya lupakan bahkan hingga saya sudah berumur 26 tahun. Masa SMA yang sungguh mengerikan, bukan?

Lagu yang saya putar tak henti ini masih sangat enak untuk didengar. Bisa terlelap di dalamnya. Terasa sekali tubuh saya yang sangat lemah sekarang. Yah, ini adalah momen terlemah saya. Dan menulis menjadi lebih menyenangkan untuk dilakukan. Kelak, orang akan tahu kalau saya juga manusia biasa. Saya tak akan kuat jika terus mendengar perkataan negatif dari orang lain.

Yup, kata-kata. Kadang saya bilang "tak peduli" , tapi saya peduli. Saya terikat dengan perkataan yang menyakiti tersebut. Membuat saya kalah dalam pertarungan tiap harinya. 

Saat ini, saya memang harus akui, kalau saya sudah kalah.

Entah besok.

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath