Tolong,

Dari sebuah kisah cinta, sekarang beralih ke masalah mental. Selamat datang kembali, di kehidupan tak bahagia dari seorang Anton Suryadi, nama yang akan kalian kenang sebagai sosok yang tak bertanggung jawab, yang tak ada kekuatan untuk mengubah hidupnya.

Obat apa yang harus gua konsumsi kini?

Hanya menulis yang sanggup gua lakukan. Sudah berminggu-minggu gua ingin mengutarakan isi hati gua ini, lagi. Tapi terasa ada yang kurang, entah mengapa. Gua butuh momen yang paling jelek agar kehidupan gua kembali jatuh ke dasar, jadinya gua bisa menulis lagi. Ya, gua hanya menulis saat mood sedang mengijinkan.

Kisah cinta telah usai. Gua lebih memikirkan diri gua sendiri sekarang. Hidup di sekitar orang yang tak bisa mengerti masalah mental memang tak menyenangkan. Sehingga gua harus cari jalan untuk terus bertahan hidup, tentunya dengan hati yang tenang dan aman.

Di satu masa, gua merasa harus sukses, tapi dalam waktu dekat, gua akan kembali merasa 'harus' jatuh, lagi. Apa yang terjadi dengan gua? Apakah depresi ini sudah benar-benar menonaktifkan semangat gua?

Memang, di hati kecil gua, gua masih menunggu sebuah keajaiban. Datang dari langit saat gua sedang tertidur. Untuk kabur dari lingkungan yang tak bersahabat ini.

Trauma itu memang tak pernah hilang. Gua masih takut saat menghadapi pagi hari. Gua takut bertemu dengan orang baru. Gua takut mereka akan menghina gua karena siapa diri gua. Hal yang terus gua rasakan meski gua tutupi kebenaran itu. Mereka akan menemukan, lalu menghina,

Puisi yang gua buat kini penuh permintaan tolong. Gua minta tolong terhadap diri gua sendiri untuk tetap kuat. Gua juga minta tolong ke orang lain, agar jangan jahat kepada gua.

Tolong, jangan menghina sesuatu yang kalian tak mengerti. Ajaran agama kalian penuh dengan arti yang beragam. Tolong, lihat saat gua berbuat baik kepada kalian. Memang terkadang tak tulus, karena gua hanya ingin tak mau dimusuhi. Gua tak pernah menginginkan hal lain, gua hanya ingin diterima. Itu lebih menyenangkan hati gua, dan buat gua terus bertahan hidup. Cukup sudah gua dimusuhi waktu SMP. Gua tak mau merasakan hal itu lagi.

Saat gua menjauh, itu tanda kalau gua tak kuat dengan situasi. Gua tak ingin merasakan hal-hal yang dapat mengganggu isi hati gua. Di depan kalian gua akan tetap tersenyum, tapi raga gua akan menjauh dari kalian. Gua harus kabur saat ada yang lagi-lagi "menghakimi" diri gua.

Tolong lihat kalau gua selalu minta maaf saat gua melakukan hal yang salah terhadap kalian. Gua tak pernah sampai benar-benar menjahati kalian. Gua hanya jahat terhadap orang yang sudah keterlaluan terhadap gua. Gua akan pergi dari hidup orang itu dan kalau bisa melupakan pernah ada mereka.

Tapi gua sadar, gua harus terus bersosialisasi, agar tetap hidup. Gua tak bisa mengharapkan sebuah keajaiban yang datang dari langit. Karena selama 3 tahun gua pernah berdoa untuk sebuah cinta, tapi keajaiban itu tak pernah datang.

Tolong....

ohhgetoo

Independent but not a sociopath

No comments:

Post a Comment